TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Halalbihalal Pemkab Klaten 2026 tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan berkelanjutan.
Barisan panjang tamu terlihat mengular di dalam Gedung Grha Bung Karno.
Satu per satu mereka maju, menyalami Bupati Klaten, Forkopimda Klaten dan pejabat lainnya yang didampingi pasangan masing-masing.
Beberapa di antaranya tampak berbincang singkat, mencairkan suasana setelah libur panjang Lebaran. Dekorasi bunga dan nuansa hijau menambah kesan hangat di dalam ruangan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan pentingnya momentum ini untuk memperkuat hubungan antarpihak.
“Harapannya dengan halalbihalal ini kita saling bisa memaafkan atas segala khilaf dan kesalahan yang pernah terjadi setahun kemarin," ungkap Hamenang.
Ia kemudian menekankan pentingnya kerja bersama ke depan.
“Di sisi lain kita semakin mempererat tali persaudaraan sekaligus kemudian ke depan kita bisa saling bersinergis, berkolaborasi agar yang menjadi tujuan kita yakni Kabupaten Klaten semakin maju, sejahtera dan berkelanjutan ini bisa benar-benar terlaksana," tandasnya.
Kegiatan ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari Forkompinda, ASN, kepala desa, hingga organisasi keagamaan.
Baca juga: Ucapan Lebaran Bupati Hamenang 1447 H: Soroti Fitrah, Kebaikan, dan Kebersamaan
“Kami tahun 2026 Pemkab Klaten, menghadirkan 1600 undangan,” ujar Nurcholis Arif Budiman.
Ia menjelaskan, halalbihalal menjadi sarana mempererat komunikasi yang berdampak langsung pada pembangunan.
“Diharapkan kita bisa bersinergi, (menjalin) kebersamaan untuk membangun Kabupaten Klaten.”
Acara ini digelar di Grha Bung Karno dalam dua sesi, sesuai undangan resmi Pemkab Klaten.
Dengan keterlibatan lintas sektor, halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat arah pembangunan daerah. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)