Muhibbin Dorong Pemkab Serang Bangun Puskesmas Terapung Usai Bocah Tersengat Ikan di Pulau Tunda
Ahmad Haris March 25, 2026 08:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Insiden bocah 11 tahun yang tersengat ikan beracun di Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa membuka kembali persoalan serius minimnya layanan kesehatan di wilayah kepulauan Kabupaten Serang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin, mendorong pemerintah daerah segera menghadirkan solusi konkret berupa puskesmas terapung.

Menurutnya, kondisi geografis wilayah kepulauan seperti Pulau Tunda, Sangiang, dan Panjang tidak bisa disamakan dengan wilayah daratan.

Baca juga: 3 Pria Nyamar Polisi di Karawaci Tangerang Ditangkap, Peras Remaja dengan Modus Kasus Narkoba

Akses transportasi yang terbatas membuat masyarakat kerap terlambat mendapatkan penanganan medis, terutama dalam kondisi darurat.

"Wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan khusus. Tidak bisa disamakan dengan daratan karena kendala jarak dan transportasi," ujarnya, Rabu, (25/3/2026).

Ia menjelaskan, konsep puskesmas terapung dinilai realistis dan tidak sulit untuk direalisasikan.

Pemerintah daerah cukup menyediakan satu unit kapal yang telah dilengkapi fasilitas medis dasar.

Nantinya, tenaga kesehatan dan peralatan medis dapat disuplai dari puskesmas induk di wilayah terdekat seperti Tirtayasa, Pulau Ampel, dan Anyer.

Dengan sistem ini, pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara rutin dan berkesinambungan.

"Puskesmas terapung bisa beroperasi dua kali dalam seminggu, sehingga warga tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus ke daratan," jelasnya.

Ia menilai, kehadiran fasilitas tersebut akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan layanan kesehatan di wilayah terpencil.

Baca juga: VIRAL! Wisatawan Terobos Rekayasa Lalu Lintas di Anyer, Polda Banten Ungkap Kronologi

Kasus bocah yang harus menahan sakit akibat sengatan ikan beracun tanpa penanganan medis, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa sistem pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan masih perlu pembenahan serius.

"Ini harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah harus hadir dan memastikan seluruh masyarakat, termasuk di kepulauan, mendapatkan layanan kesehatan yang layak," tegasnya.

Dengan adanya puskesmas terapung, Ahmad Nuhibbin berharap, kejadian serupa tidak terulang, dan masyarakat bisa mendapatkan penanganan cepat saat kondisi darurat terjadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.