Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, memanfaatkan 20 kamera pengawas (CCTV) untuk memantau arus balik Lebaran 2026 di sejumlah ruas jalan utama guna memastikan lalu lintas tetap lancar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon Andi Armawan, di Cirebon, Rabu, mengatakan pemantauan melalui CCTV dilakukan secara real-time agar petugas dapat segera merespons jika terjadi kepadatan kendaraan.
“Kami bisa memantau pergerakan kendaraan secara menyeluruh. Artinya jika terjadi kepadatan, penanganan bisa langsung dilakukan,” katanya.
Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengendalian lalu lintas, khususnya pada periode mudik dan arus balik Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan volume kendaraan.
Menurut dia, pengalaman saat puncak arus mudik sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas dengan dukungan sistem pemantauan visual.
Ia menuturkan kendaraan sempat tersendat di beberapa titik masuk Kota Cirebon pada masa mudik, namun kondisi tersebut dapat segera diurai setelah petugas memantau situasi melalui CCTV.
Selain mengandalkan teknologi, Dishub Kota Cirebon juga melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran kendaraan selama arus balik.
Ia menyampaikan, salah satu langkah yang dilakukan yakni menyesuaikan durasi lampu lalu lintas, dari sebelumnya 60 detik menjadi 90 detik agar arus kendaraan dari berbagai arah tetap seimbang.
Dishub juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat, untuk mengatur pergerakan kendaraan di sejumlah titik rawan kepadatan di wilayah kota.
Menurut Andi, kebijakan untuk tetap membuka jalur putar balik (u-turn) di beberapa titik dinilai efektif dalam mengurangi potensi penumpukan kendaraan.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyebut kondisi arus balik Lebaran tahun ini relatif lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.
“Arus balik memang mulai meningkat, tetapi masih dalam kondisi terkendali dan lancar,” katanya.







