TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Korban loker scam Kamboja asal Jambi, Andri Budi Sanjaya mengaku pihak Imigrasi Tiongkok setiap hari datang ke penampungannya.
Dia juga mengeluhkan lambatnya proses pemulangan WNI di negara tersebut. Sebab, menurutnya jumlah TPPO Tiongkok lebih banyak ketimbang Indonesia.
Terkait nasib para warga Tiongkok, dia mengatakan ada beberapa dari mereka yang ditahan pihak keamanan negara asal.
“Ada yang ditahan ada juga yang gak (ditahan). China (Tiongkok) free tiket pesawat, Indonesia bayar sendiri,” katanya, saat dihubungi Tribunjambi.com via pesan WhatsApp, Rabu (25/3/2026).
Andri juga mendapatkan informasi terkait WNI yang tiba di Indonesia, khususnya Jakarta.
Informasi itu didapatkan dari WNI yang telah tiba di Jakarta. Para WNI yang tiba di Jakarta diperiksa oleh pihak keamanan cyber.
“Itu informasi yang sudah pulang ketanah air, kurang lebih 3-4 jam pemeriksaan,” ucapnya.
“Sama saja Indonesia dan China (Tiongkok), yang kerja diatas 1 tahun juga banyak yang dipenjara di jakarta,” sambungnya.
Baca juga: Belum Ada Kabar Kepulangan, Korban Loker Scam di Kamboja Asal Jambi Menanti Kepastian
Baca juga: Ular Kobra Masuk Rumah saat Lebaran di Rengas Bandung Muaro Jambi
Sementara itu, seorang warga Jambi yang tertahan di Imigrasi Sihanoukville Kamboja Ananda Rizkiyanto, mengaku kehidupannya semakin susah di tempat itu.
Dia juga mengaku telah dipindahkan ke sel bagian depan, menurutnya tidak ada kehidupan di sel itu.
Hingga Lebaran 2026, belum ada kabar kepulangan korban loker Scam Kamboja asal Jambi ke Indonesia.
Mereka belum mendapatkan kepastian, sehingga mereka masih tertahan di penampungan.
Sementara, pada tanggal 29 Maret mendatang korban loker Scam Kamboja asal Palembang, Sumatera Selatan dikabarkan akan pulang ke Indonesia. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Belum Ada Kabar Kepulangan, Korban Loker Scam di Kamboja Asal Jambi Menanti Kepastian
Baca juga: Pasca Idul Fitri, Abdul Khafidh Instruksikan Pasar di Merangin Bersih dari Sampah