TRIBUNTRENDS.COM - Nama Dewi Perssik kembali jadi perbincangan hangat. Kali ini bukan soal karya, melainkan kehidupan pribadinya yang dinilai terlalu “tertutup” oleh sebagian warganet.
Banyak yang menyoroti konten live Depe—sapaan akrabnya—yang disebut-sebut selalu diambil dari sudut rumah yang sama, yakni area dekat tangga. Komentar pun bermunculan, menyebut sang pedangdut seolah enggan memperlihatkan kondisi rumahnya secara keseluruhan.
Menanggapi hal itu, Depe tak tinggal diam. Ia justru memberikan penjelasan yang tegas sekaligus menyentil balik para pengkritiknya.
"Aku kasih tahu ya, rumah itu privasi. Gak semua tempat harus kamu kasih lihat di kamera. Supaya menghindari mata-mata orang yang jahat sama kita," kata Dewi Perssik saat live di media sosialnya.
Bagi Depe, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pribadi yang harus dijaga. Ia menegaskan tidak semua sudut layak dijadikan konsumsi publik, apalagi di era digital yang penuh risiko.
Baca juga: Alasan Dewi Perssik Tak Pernah Tunjukkan Isi Rumah, Ternyata Demi Keamanan
"Nih aku kasih tahu sama kalian, bahwa gak semua itu harus kita pamerin. Rumah-rumah kita itu privasi," ujarnya.
"Gak semua orang mesti tahu mana tempat ini, mana tempat itu. Gak semua space, gak semua tempat untuk dijadikan foto. Gak boleh. Sama keluargaku gak boleh kayak gitu. Ya. Jadi biar kalian ngerti," lanjutnya.
Di tengah polemik soal privasi, Depe juga diterpa kritik lain terkait aksi bagi-bagi THR saat Lebaran. Video yang memperlihatkan dirinya membagikan Rp15 ribu per orang di kampung halamannya di Jember mendadak viral.
Sebagian netizen menilai jumlah tersebut terlalu kecil untuk ukuran seorang artis papan atas. Namun, tak sedikit pula yang membela niat baiknya.
Komentar pun beragam:
"Yang nyinyir udh ngasih berapa emang sama tetangga nya.. Heran gw," tulis netizen.
"Lah itu ada beras woyyy emang org sini mikirnya cm duit duit sja," sahut lainnya.
"Yang penting ikhlas," komentar netizen lain.
Alih-alih diam, Depe justru memilih untuk buka-bukaan. Ia menjelaskan bahwa jumlah penerima THR di Jember mencapai ribuan orang, sehingga nominal yang dibagikan harus disesuaikan.
"Gini ini kalau segala apa dinyinyirin, dikasih salah, nggak dikasih ya Allah dighibahin" tulis pedangdut yang akrab disapa Depe itu.
Baca juga: Dinyinyiri Spot Foto Selalu di Tangga, Dewi Perssik: Rumah Itu Privasi, Menghindari Mata Orang Jahat
Tak berhenti di situ, Depe bahkan membeberkan secara rinci pembagian THR yang ia lakukan. Ia ingin meluruskan persepsi publik yang hanya melihat dari satu sisi.
"Oke untuk kakak-kakak aku Rp20 jutaan, untuk ponakan-ponakan Rp2 jutaan, untuk tetangga Jakarta Rp400 ribu untuk 400 orang," tulis Depe merinci.
Ia juga menjelaskan bahwa di Jember, jumlah penerima mencapai 8.400 orang—angka yang tentu tidak sedikit.
"Lalu untuk Jember 8.400 yaitu Rp15 ribu dan 5 kilo beras, sekian terima kasih," tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab tudingan bahwa dirinya pelit. Dengan skala pembagian sebesar itu, total bantuan yang dikeluarkan tentu tidak kecil.
Baca juga: Dicibir Soal THR Rp15 Ribu, Dewi Perssik Sebut Total Dana yang Dikeluarkan Rp900 Juta
Sebagai penutup, Depe pun memberikan balasan yang cukup menohok bagi para pengkritiknya.
"Kalau mau dapat puluhan juta atau jutaan jadi pegawaiku dulu," tulisnya.
Banjarmasin Post | TribunTrends.com | Achmad Satrio