TRIBUNNEWS.COM - Satu pemain Timnas Indonesia dicoret John Herdman untuk pertandingan FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026).
Pemain tersebut adalah Dean James, yang sampai saat ini belum tampak di sesi pemusatan latihan skuad Garuda di Jakarta pada Rabu (25/3/2026).
Diketahui, John Herdman telah memangkas daftar pemain Timnas Indonesia dari yang awalnya 41 nama untuk skuad sementara menjadi 24 pemain.
Berdasarkan regulasi, hanya 23 pemain yang diperbolehkan masuk dalam line-up pertandingan. Dan satu pemain yang dicoret itu adalah Dean James.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji kepada BolaSport.
"Saya awalnya bicara ke coach John Herdman, kenapa jumlahnya 24 pemain. Pasti hanya satu pemain saja yang dicoret," bukanya.
"Satu pemain yang dicoret nanti punya perasaan tidak enak duduk sendirian di bangku penonton."
"Jadi coach John Herdman ambil keputusan untuk membawa 23 pemain saja dan membatalkan pemanggilan Dean James," jelasnya.
Sumardji enggan menjelaskan alasan pencoretan Dean James dari skuad Garuda, apakah terkait dengan kondisi saat ini di mana ia tengah memiliki masalah dengan klubnya, Go Ahead Eagles dan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) atau masalah lain.
Masalah Dean James berawal dari pertandingan NAC Breda vs Go Ahead Eagles dalam lanjutan Eredivisie pada 15 Maret lalu di De Adelaarshort, Deventer.
Dean James bermain selama 76 menit untuk membantu timnya meraih kemenangan 6-0 atas NAC Breda.
Setelah pertandingan tersebut, ada sebuah podcast asal Belanda yang menilai kemungkinan ada masalah terkait izin tinggal Dean James. Informasi itu diterima oleh pengurus NAC yang kemudian melapor ke KNVB sebagai bentuk protes dengan meminta pertandingan ulang.
Namun KNVB tidak memenuhi permintaan tersebut dan akan melakukan investigasi mendalam soal ini.
NAC menduga, Dean James dianggap sebagai pemain non-Uni Eropa (non-EU). Maka dari itu, ia wakil memiliki izin kerja yang sesuai aturan Belanda dan KNVB.
Untuk diketahui, Dean Hames lahir di Leiden, Belanda pada tahun 2000.
Ia menandatangani kontrak dengan Go Ahead Eagles saat masih menyandang kewarganegaraan Belanda.
Dan pada 10 Maret 2025, ia resmi menjadi WNI setelah mengambil sumpah di Roma.
Sebagai WNI tidak diperkenankan menyandang dwi kewarganegaraan, dan Dean melepaskan paspor Belanda.
Masalahnya, Dean dinilai belum memenuhi izin kerja setelah ada perubahan kewarganegaraan, sehingga ia tidak berhak bermain.
NAC sampai berkonsultasi dengan tiga pengacara olahraga untuk mendalami masalah tersebut.
Perlu diketahui, hal ini juga berlaku terhadap para pemain abroad Timnas Indonesia di Belanda, ada Miliano Jonathans, Tim Geypens, Justin Hubner, Maarten Paes, dan Nathan Tjoe-A-On yang bermain di kasta kedua.
Oleh karena itu, pada masa awal Maarten Paes bergabung dengan Ajax di jendela transfer musim dingin ia tidak bisa langsung dimainkan oleh klub.
Ajax mengetahui bahwa Paes berpaspor Indonesia, dan dia harus mendapatkan izin tinggal serta kerja agar bisa bermain di Eredivisie.
Hal itu juga berlaku kepada Zinchenko dan beberapa pemain baru yang didatangkan Ajax.
Setelah izin keluar, Paes baru bisa menjalani debut dengan Ajax.
Masalah Dean James saat ini sedang dalam masa investigasi dari pihak Eredivisie maupun KNVB.
Beberapa waktu lalu Direktur KNVB, Jan De Jong menyatakan, bagaimana pun pertandingan yang telah dimainkan dianggap sah, dan mereka tidak berencana untuk membatalkan pertandingan atau mengulang pertandingan yang telah dimainkan.
Proses ini akan memakan waktu agar semua terselesaikan.
Terlepas dari itu, Sumardji membantah pencoretan Dean James karena tersebut.
Ini murni dari pilihan John Herdman.
"Tidak ada masalah dengan paspor Dean James. Ini pilihan dari coach John Herdman," tegasnya.
Masalah yang sedang diinvestigasi ini juga merambat ke skuad Suriname karena sebagian dari skuad mereka memiliki kewarganegaraan Belanda.
Suriname akan menjalani play-off Piala Dunia 2026 melawan Bolivia pada Jumat (27/3/2026).
(Tribunnews.com/Sina, BolaSport/Mohammad Hary Prasetya)