Kapal Tanker Minyak Thailand Melenggang Bebas di Selat Hormuz, Iran Tak Minta Bayaran
Galuh Palupi March 25, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Thailand berhasil menjalin komunikasi yang positif dengan Iran hingga kapal tanker mereka dibiarkan melintas Selat Hormuz tanpa perlu membayar tarif.

Kapal milik Thailand tersebut berada di bawah benderan Bangchak Corporation yang telah melintasi Selat Hormuz pada Senin (23/3/2026).

Lolosnya Thailand dari seleksi ketat Iran tidak lepas dari upaya Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow yang terus berusaha membina relasi dengan Duta Besar Iran di Thailand.

Sihasak mengungkapkan, pihaknya secara langsung meminta jaminan keamanan bagi kapal Thailand yang hendak melintasi jalur strategis tersebut.

Pihak IRGC Iran pun merespons dengan meminta daftar kapal yang akan melintas dan berjanji memastikan keselamatan pelayaran.

SELAT HORMUZ - (WIKIMEDIA COMMONS/MODIS LAND RAPID RESPONSE TEAM, NASA GSFC)

Bahkan, kapal tanker minyak Thailand itu tidak perlu bayar untuk melintasi Selat Hormuz. Hal itu sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Isi Surat Israel saat Ngadu ke UNICEF Soal Rudal Iran Tewaskan Anak-anak, Gaza Lebih Dulu Mengalami

Dalam pernyataannya, Bangchak menyebut kapal tersebut sebelumnya tertahan di Teluk Persia sejak 11 Maret 2026 dan kini tengah dalam perjalanan kembali ke Thailand.

Keberhasilan pelayaran ini disebut sebagai hasil koordinasi erat antara Kementerian Luar Negeri Thailand, otoritas Iran, serta dukungan pemerintah Oman.

Sebagaimana diketahui, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 28 Februari 2026 telah berdampak besar terhadap distribusi energi global.

Penutupan efektif Selat Hormuz menyebabkan gangguan luas, termasuk lonjakan biaya transportasi dan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar di berbagai negara, termasuk di Thailand.

Selat Hormuz merupakan jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. 

Keberhasilan ini terjadi dua pekan setelah kapal berbendera Thailand lainnya, Mayuree Naree, diserang proyektil di Selat Hormuz hingga memicu kebakaran dan memaksa awak kapal dievakuasi.

Otoritas Iran dan Oman telah menjangkau kapal tersebut, namun hingga kini tiga awak dilaporkan masih hilang, menurut Kementerian Luar Negeri Thailand.

Selain itu, satu kapal Thailand lain milik SCG Chemicals masih menunggu izin untuk melintasi jalur yang sama.

“Teman punya tempat khusus” Iran sebelumnya menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB dan International Maritime Organization bahwa kapal non-musuh tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama berkoordinasi dengan otoritas Iran.

Kedutaan Besar Iran di Thailand juga menegaskan bahwa kelancaran pelayaran kapal Thailand mencerminkan hubungan baik antara kedua negara.

Baca juga: Netanyahu Ketar-ketir Amerika Serikat Ubah Rencana, Donald Trump Kini Kejar Perdamaian dengan Iran

 “Teman memiliki tempat yang istimewa,” demikian pernyataan kedutaan Iran dalam unggahan di media sosial, dikutip dari Reuters.

Dua Kapal Tanker Minyak Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

KAPAL PERTAMINA -
KAPAL PERTAMINA - (Dok. Pertamina International Shipping)

Sementara, dua kapal tanker minyak Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, hingga saat ini diplomasi terus berjalan. Di si lain, pasokan energi nasional dalam status waspada.

- Status Kapal: VLCC Pertamina Pride (supertanker 2 juta barel, untuk kebutuhan dalam negeri) dan MT Gamsunoro (Aframax tanker, melayani pihak ketiga) masih tertahan di Teluk Arab/Persia akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

- Posisi: Keduanya berada di area Teluk Arab/Teluk Oman, menunggu antrean panjang bersama kapal dari berbagai negara.

- Keamanan: Pertamina memastikan awak dan kapal dalam kondisi aman, dengan pemantauan intensif.

- Upaya Pemerintah RI: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan diplomasi aktif sedang ditempuh. Pemerintah menyiapkan alternatif pasokan minyak mentah jika terjadi gangguan.

- Dampak: Potensi gangguan pasokan energi nasional, meski pemerintah mengklaim cadangan dan sumber alternatif sudah diamankan.

- Konteks Global: Selat Hormuz adalah jalur vital perdagangan minyak dunia. Penutupan oleh Iran sejak awal Maret 2026 memicu ketegangan internasional dan lonjakan harga minyak. (Tribun Trends/Tribun Medan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.