Setelah Dicoret Timnas Indonesia, Tim Geypen Dicoret Sementara dari FC Emmen Imbas Kontroversi Paspor di Liga Belanda
Sasongko Dwi Saputro March 25, 2026 08:34 PM

Instagram @keukenkampioendivisie
Tim Geypens jadi sosok yang paling terpukul gara-gara kontroversi paspor yang sedang hangat di Liga Belanda

BOLASPORT.COM - Tim Geypens menjadi pemain Timnas Indonesia yang paling apes gara-gara kontroversi paspor yang ramai dibicarakan di Liga Belanda.

Namun, masalah paspor yang melanda Dean James bikin para pemain Timnas Indonesia yang mengadu nasib di Liga Belanda kena imbasnya.

Sebagai informasi, Go Ahead Eagles dilaporkan oleh NAC Breda dengan tuduhan Dean James yang dituding tidak memiliki izin kerja sesuai sebagai pemain non-Uni Eropa.

Setelah Dean James, ada nama Nathan Tjoe-A-On yang mengalami nasib serupa usai dilaporkan TOP Oss oleh KNVB gara-gara isu serupa.

Namun, nasib paling memilukan dialami oleh Tim Geypens di Liga Belanda.

Bek kiri 21 tahun tersebut tiba-tiba menghilang saat FC Emmen menghadapi Cambuur pada Rabu (25/3/2026) malam WIB.

Bahkan namanya tidak masuk di bangku cadangan FC Emmen sama sekali.

FC Emmen menjelaskan bahwa Tim Geypens absen gara-gara kontroversi status paspornya sebagai Warga Negara Indonesia.

“Malam ini, Philip Søndergaard absen karena kewajiban tugas internasional. Selain itu, Tim Geypens tidak masuk dalam skuad karena ketidakpastian seputar paspor Indonesia dalam sepak bola profesional,” demikian penjelasan dari FC Emmen.

Namun, masalah Tim Geypens tidak berhenti sampai di situ saja.

Media asal Belanda, DVHN melaporkan bahwa Tim Geypens dipastikan bakal ditepikan sementara waktu bersama FC Emmen.

"Pada hari Selasa, sebelum pertandingan, ia diberitahu selama percakapan dengan direktur teknik Nico Haak dan pelatih kepala Menno van Dam bahwa ia tidak diizinkan untuk bermain untuk sementara waktu," tulis DVHN.

Direktur Teknik FC Emmen, Nico Haak mengaku kasihan dengan nasib Tim Geypens.

Dirinya tidak tega melihat Tim Geypens yang baru berusia 21 tahun mimpinya hancur gara-gara beralih kewarganegaraan menjadi WNI.

“Rupanya, begitu seseorang secara sukarela menjadi warga negara Indonesia, paspor Belandanya akan kadaluarsa," ujar Nico Haak dikutip dari DVHN.

"Sepertinya itulah yang terjadi pada Tim (Geypens)."

"Benar-benar di luar kehendak, pengetahuan, dan kesalahannya. Kita berurusan di sini dengan seorang talenta berusia dua puluh tahun yang melihat seluruh hidupnya hancur."

"Itu adalah situasi yang sangat tidak menyenangkan," imbuhnya.

Pihak klub mengaku tidak memainkan Tim Geypens setelah menerima telepon langsung dari Dewan Kompetisi Sepak Bola Profesional Belanda.

Dewan Kompetisi memerintahkan bahwa sedang ada masalah dengan beberapa pemain sepak bola asal Belanda yang telah mendapatkan paspor Indonesia.

"Pada hari Selasa, Haak menerima telepon dari Federasi Organisasi Sepak Bola Profesional yang memberitahunya bahwa ada masalah dengan beberapa pemain sepak bola Belanda yang mendapatkan paspor untuk Indonesia dalam upaya gagal lolos ke Piala Dunia musim panas mendatang," tulis laporan DVHN.

Rekan setimnya di FC Emmen turut bersimpati dengan nasib Tim Geypens.

Salah satunya adalah Daniel Beukers yang berharap nasib Tim Geypens bakal membaik setelah kontroversi tersebut.

"Tidak menyenangkan melihat temanmu seperti ini," ujar Daniel Beukers.

"Sungguh mengerikan apa yang terjadi padanya, tepat ketika kami berdua memiliki posisi inti yang kami idamkan di sini."

"Sebagai sebuah tim, kami bersimpati padanya, merangkul bahunya, dan mengatakan kepadanya bahwa semuanya akan baik-baik saja."

"Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan saat ini," imbuhnya.

Striker FC Emmen, Romano Postema juga mengungkapkan rasa simpatinya dengan membentangkan jersei bernomor punggung 5 yang dikenakan Tim Geypens usai mencetak gol dalam kekalahan 1-3 lawan SC Cambuur.

Pelatih FC Emmen, Menno van Dam juga terguncang dengan situasi terkini yang dialami bek kiri Timnas Indonesia tersebut.

"Kami sangat senang dengannya, dan kemudian pesan ini benar-benar menghantam kami," ujar Menno van Dam.

"Saya merasa sangat kasihan padanya," ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.