Polisi Gorontalo Selidiki Kronologi dan Penyebab Kecelakaan Maut di Jembatan Bilolantunga
Fadri Kidjab March 25, 2026 08:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan lalu lintas maut dilaporkan terjadi di area jembatan Desa Bilolantunga, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Selasa (24/3/2026) sore.

Peristiwa tragis ini melibatkan dua jenis kendaraan yang berbeda ukuran, yakni sebuah sepeda motor matic dan truk bermuatan gas Elpiji (LPG).

Benturan keras antara kedua kendaraan tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia seketika di lokasi kejadian (TKP).

Kapolsek Bone Raya, IPDA Frangki Taroreh, memberikan konfirmasi resmi mengenai insiden tersebut saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (25/3/2026).

Dalam keterangannya, IPDA Frangki membenarkan bahwa personelnya telah menerima laporan dan langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan awal.

Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 Wita, saat kondisi lalu lintas di wilayah tersebut mulai lengang.

Lokasi spesifik kejadian berada di area jembatan yang menjadi titik perbatasan antara wilayah Kecamatan Bone dan Kecamatan Bone Raya.

“Sekitar pukul lima sore kemarin, kejadiannya di wilayah antara Bone dan Bone Raya, tepatnya di area jembatan,” ungkap IPDA Frangki.

IPDA Frangki menjelaskan bahwa penanganan awal di lokasi dilakukan secara kolaboratif oleh personel kepolisian yang bertugas di wilayah terdekat.

Mengingat Polsek Bone Raya tidak memiliki unit khusus Laka Lantas, maka proses identifikasi lapangan dilakukan dengan bantuan personel dari Polsek Bone.

"Anggota yang berada di sekitar lokasi segera bergerak cepat untuk mengamankan situasi dan menolong korban," jelasnya lebih lanjut.

Proses Olah TKP dan Evakuasi

KECELAKAAN -- Kolase kecelakaan kendaraan bermotor di pesisir Gorontalo tepatnya di Bone Bolango pesisir. Seorang pria asal Sulut meninggal di tempat, Selasa (24/3/2026).
KECELAKAAN MAUT-- Kolase kecelakaan kendaraan bermotor di pesisir Gorontalo tepatnya di Bone Bolango pesisir. Seorang pria asal Sulut meninggal di tempat, Selasa (24/3/2026). (Facebook Tribunners)

Unit Laka Lantas dari Polsek Bone pun segera merapat ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara teknis.

Terkait pembagian tugas, IPDA Frangki menyebutkan bahwa kewenangan olah TKP sepenuhnya diambil alih oleh Unit Laka Polsek Bone yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Sementara itu, personel dari Polsek Bone Raya memberikan dukungan penuh dalam hal pengamanan aset dan barang bukti yang tertinggal di jalanan.

“Untuk olah TKP ditangani oleh Unit Laka Bone. Kami dari Bone Raya fokus pada pengamanan barang bukti agar tidak hilang atau mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya.

Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan visum.

Langkah ini diambil guna memastikan penyebab kematian serta memberikan penghormatan terakhir bagi jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga.

Mengenai kelanjutan proses hukum, IPDA Frangki menegaskan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke tingkat yang lebih tinggi untuk penyidikan mendalam.

Kasus kecelakaan maut ini kini ditangani secara resmi oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bone Bolango.

“Penanganan selanjutnya sudah kami arahkan sepenuhnya ke Unit Gakkum Satlantas Polres Bone Bolango untuk diproses (penyelidikan) lebih lanjut,” tegasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Bilolantunga Gorontalo, Pria Pengendara Motor Meninggal Dunia 

Kendala Rincian Kronologi

Meski demikian, saat ditanya mengenai detail kronologi tabrakan, pihak Polsek belum bisa memberikan rincian teknis yang mendalam.

Hal ini dikarenakan data mengenai posisi kendaraan dan kecepatan saat benturan masih dalam tahap analisis oleh tim ahli di lapangan.

Kapolsek menyarankan agar publik menunggu keterangan resmi dari Unit Laka yang melakukan pendataan mendetail di lokasi kejadian.

“Untuk kronologi yang lebih terperinci, sebaiknya menunggu penjelasan dari Unit Laka, karena mereka yang memegang data teknis lapangan,” tuturnya mengakhiri penjelasan.

Di sisi lain, Camat Bonepantai, Lili Prawaty A. Abas, juga memberikan tanggapannya terkait insiden memilukan yang menimpa warga di wilayah koordinasinya tersebut.

Lili mengaku bahwa saat kejadian berlangsung, dirinya tidak berada di lokasi karena sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

“Saya sedang berada di kota sejak pagi hingga malam hari untuk memenuhi undangan dari Bapak Bupati,” ujar Lili saat dikonfirmasi.

Kendati tidak menyaksikan langsung, ia mendapatkan laporan segera mengenai kecelakaan yang terjadi di sore hari tersebut.

Lili memastikan bahwa koordinasi antarinstansi telah berjalan baik, terutama dalam upaya evakuasi korban dan pengamanan jalur.

“Sudah ditangani dengan cepat oleh pihak kepolisian. Petugas dari Polsek sudah turun langsung tak lama setelah kejadian,” katanya memastikan.

Lili juga menaruh perhatian khusus pada lokasi jembatan Bilolantunga yang memang dikenal sebagai titik rawan bagi para pengendara.

Menurutnya, struktur jembatan yang relatif kecil dan posisi jalan yang menuntut kewaspadaan tinggi membuat area tersebut sering terjadi insiden.

“Di situ memang ada beberapa titik yang cukup rawan, terutama di area jembatan kecil itu. Pengendara memang harus ekstra hati-hati saat melintas,” ungkap Lili.

Berdasarkan informasi awal yang ia terima, diduga ada faktor kecepatan tinggi yang memicu terjadinya benturan hebat antara motor dan truk LPG tersebut.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kendaraan dari arah kota melaju kencang, sementara dari arah berlawanan juga muncul kendaraan lain yang bertemu tepat di titik sempit jembatan.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak memacu kendaraan melampaui batas kecepatan, terutama saat mendekati jembatan.

Identitas Korban Terungkap

Identitas korban akhirnya terungkap setelah sebelumnya sempat menjadi misteri karena tidak ditemukannya kartu identitas (KTP) pada tubuh korban.

Korban diketahui bernama Masdar Gilano, seorang pemuda berusia 18 tahun yang tercatat sebagai warga Desa Pinolantungan, Kabupaten Bolsel.

Kepastian identitas ini didapatkan setelah foto-foto kejadian tersebar luas di media sosial dan dikenali oleh pihak keluarga korban.

Kakak korban, Mirna Gilano, telah mengonfirmasi bahwa sosok yang terlibat kecelakaan tersebut memang benar adalah adiknya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalur Trans Sulawesi, khususnya di titik-titik rawan seperti tikungan tajam dan jembatan sempit. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.