PENDATANG Puluhan Ribu ke Bali Via Gilimanuk, Pemilik Kos Diminta Selektif Terima Penghuni Kos Baru!
Anak Agung Seri Kusniarti March 25, 2026 10:36 PM

TRIBUN-BALI.COM - Puluhan ribu orang datang ke Bali via Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, setiap harinya saat arus balik Lebaran 2026.

Sebagai upaya memastikan warga beridentitas lengkap, sebanyak 13 orang petugas gabungan disiagakan di Pos KTP Gilimanuk untuk melakukan pemeriksaan identitas warga yang datang ke Bali.

Bagi yang tak memiliki atau membawa identitas diri, bakal diminta putar balik sesuai SOP yang berlaku selama ini.

Mereka yang masuk via Pelabuhan Gilimanuk, kemudian diarahkan untuk menuju Pos Pemeriksaan KTP di Gilimanuk dan diperiksa oleh petugas yang berjaga di sana. 

Sesuai data dari Posko Gilimanuk, dalam sehari pada H+2 Lebaran 2026 atau Selasa 24 Maret 2026 tercatat ada 45.615 orang yang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk. Jumlah tersebut meningkat 10 persen lebih dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Baca juga: PASCA Nyepi-Idul Fitri Harga Sembako di Badung Bergejolak, Cabai Tembus Rp50 Ribu Perkilo

Baca juga: WACANA Pembelajaran Daring Dibatalkan! Disdikpora Denpasar: Sekolah Biasa Mulai 30 Maret 2026

"Ada 13 orang petugas dalam satu shift jaga (di Pos KTP Gilimanuk)," jelas Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jembrana, I Komang Sujana saat dikonfirmasi. 

Sujana menyebutkan, dari tahun ke tahun prosedur yang dilakukan petugas masih sama. Artinya ketika ada warga masuk Bali dan tidak membawa identitas tentunya akan diambil tindakan misalnya diminta putar balik. 

"Sejauh ini prosedur ya masih sama seperti biasa. Yang jadi fokus kita sekarang adalah bagaimana arus lalin pasca hari raya lancar dan terkendali," ucapnya.

Terpisah, Kabid Penegakkan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Jembrana, I Ketut Jaya Wirata menyebutkan, pihaknya menempatkan sejumlah personel Satpol PP Jembrana untuk melakukan pemeriksaan identitas diri bagi warga yang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk. 

"Kita sifatnya hanya membantu pemeriksaan. Untuk kewenangan penindakan ada di Dukcapil," tegasnya. Disinggung mengenai masih banyaknya warga yang tidak mengurus dokumen surat keterangan penduduk sementara, Jaya Wirata mengimbau kepada seluruh pemilik rumah kos atau kontrakan agar lebih selektif dan memastikan identitas warga yang akan tinggal di tempatnya. Hal ini dinilai sangat penting untuk mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas di wilayah tersebut.

"Kami harap pemilik kos atau kontrakan juga lebih selektif dalam menerima penghuninya. Pastikan mengantongi identitas diri dan ingat untuk melaporkan diri sebagai penduduk non permanen di wilayah masing-masing. Karena sebelumnya juga masih banyak yang enggan atau kedapatan tidak punya suket penduduk non permanen tersebut," tegasnya.

Untuk diketahui, sebelum menjalani pemeriksaan identitas di Pos KTP, warga yang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk juga menjalani pemeriksaan di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk. Pemeriksaan dilakukan terhadap orang, barang bawaan dan juga kendaraan oleh belasan petugas kepolisian yang siaga. 

Selain secara manual seperti pemeriksaan langsung, penggunaan mirror dan metal detektor, kepolisian juga melibatkan K9 atau anjing pelacak dalam pemeriksaannya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.