TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Memasuki puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriyah, manajemen PO Primajasa wilayah Kuningan resmi memberlakukan penyesuaian tarif tiket (tuslah) sebesar 25 persen.
Untuk rute populer seperti Kuningan-Jakarta (Ekonomi), harga tiket yang biasanya Rp100 ribu kini naik menjadi Rp125 ribu per penumpang.
Pengurus Primajasa Wilayah Kuningan, Ega Rahviana Hakim, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang sudah terjadi sejak Rabu (25/3/2026) pagi di Terminal Tipe A Kertawangunan, Kuningan.
"Secara global pergerakan penumpang dari Kuningan mencapai sekitar 10 ribu orang. Hari ini bahkan lebih ramai, sejak pukul 06.00 WIB sudah terjadi lonjakan signifikan," ujar Ega saat ditemui di lokasi, Rabu sore.
Data internal menunjukkan, pada periode mudik (13-19 Maret 2026) sebelumnya, lebih dari 20 ribu warga Kuningan telah menggunakan layanan Primajasa.
Baca juga: Tarif Bus Primajasa Naik 25 Persen Selama Arus Balik Lebaran 2026, Catat Kapan Tiket Kembali Normal
Kini, gelombang balik mulai mendominasi dengan tiga rute favorit: Bekasi, Lebak Bulus, dan Kalideres.
Menanggapi tingginya minat pemudik menuju Bekasi, pihak Primajasa melakukan penambahan armada secara besar-besaran.
"Rute Bekasi menjadi yang paling dominan. Kami menambah armada dari semula 30 unit menjadi 50 unit bus khusus rute Bekasi," kata Ega.
Selain penambahan unit, pola keberangkatan pun dipercepat guna menghindari penumpukan penumpang di terminal.
Saat ini, bus diberangkatkan hampir setiap lima menit sekali, bahkan seringkali tiga bus sekaligus dilepas secara bersamaan.
Aturan Tuslah Maksimal 25 PersenEga menegaskan bahwa kenaikan tarif sebesar Rp25 ribu ini masih sesuai dengan koridor aturan pemerintah yang membatasi tuslah maksimal 25 persen dari tarif normal.
"Kami mengacu pada ketentuan pemerintah. Kenaikan tarif dibatasi maksimal 25 persen. Seperti rute Bekasi ekonomi, dari Rp100 ribu disesuaikan menjadi Rp125 ribu selama masa angkutan Lebaran ini," pungkasnya.(*)