TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Manajemen PO Primajasa resmi menetapkan penyesuaian tarif tiket sebesar 20 hingga 25 persen untuk seluruh rute selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kebijakan tuslah ini berlaku hingga H+8 Lebaran dan diprediksi akan kembali ke harga normal pada Selasa pekan depan.
Penyesuaian tarif tiket untuk berbagai rute tujuan, mulai dari Bandung-Jakarta hingga rute antarprovinsi lainnya.
Kenaikan tarif (tuslah) ini dipastikan naik sekitar 25 persen dari tarif normal guna menanggung biaya operasional dan perjalanan balik bus yang kosong.
Bahkan, penyesuaian tarif ini berlaku untuk layanan bus non-ekonomi (VIP/Eksekutif) selama periode mudik dan arus balik 2026.
Direktur Operasional PT Primajasa Tasikmalaya H. Adam Mulyana menjelaskan untuk kenaikan tarif arus mudik dan arus balik berlaku dari H-8 sampai H+8.
Baca juga: Puncak Arus Balik, Tiket Bus ke Solo, Semarang, dan Malang di Terminal Leuwipanjang Bandung Ludes
Nantinya tarif tersebut bakal kembali normal di hari berikutnya setelah arus balik lebaran selesai.
"Jadi Primajasa resmi menaikan tarif tiket sekitar 20 sampai 25 persen dari semua angkutan primajasa. Nanti di hari Selasa depan kembali normal tarifnya," jelasnya.
Ditanyai soal persentase kenaikan penumpang Primajasa di arus mudik hingga arus balik lebaran signifikan dibandingkan tahun lalu.
"Selama arus mudik dan arus balik, jika dibandingkan tahun kemarin, kalau sekarang sekitar 12-15 persen," pungkasnya.
Adapun jurusan yang paling banyak diminati penumpang yakni Tasikmalaya, Jakarta, Garut, Kuningan, Cirebon dan Majalengka.
"Memang peningkatannya merata untuk tahun ini, tapi kebanyakan ada di beberapa daerah saja," tambahnya.
H Adam menegaskan, perbedaan penumpang lebih banyak tahun ini dibandingkan tahun 2025 lalu.
"Penumpangnya lebih tinggi sekarang, tadi pas rapat evaluasi kita juga membahas peningkatan arus mudik dan arus balik," tuturnya.
Sedangkan untuk armada, PT Primajasa melakukan penambahan bagi setiap jurusan di wilayah kerjanya.
"Penambahan armada lebaran sekitar 70 unit, dan unit ini bisa masuk ke jurusan mana saja bila dibutuhkan langsung masuk," jelas H Adam. (*)