Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Warga Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), meminta Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera melanjutkan pembangunan jembatan di gampong setempat yang hingga kini belum rampung.
Infrastruktur jembatan tersebut dinilai sangat mendesak untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Keuchik Kuta Bak Drien, Zulkifli, mengatakan pembangunan jembatan itu baru selesai pada infrastruktur abutment (pangkal jembatan) dan belum dilanjutkan sampai tuntas sejak tahun 2024.
"Jembatan ini sudah lama terhenti tanpa kejelasan.
Padahal jembatan ini menghubungkan antar gampong. Akibatnya, masyarakat harus mencari jalur alternatif lain sekitar dua kilo meter jauhnya," kata Zulkifli, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun akses layanan kesehatan.
Baca juga: VIDEO - Tabungan 4 Tahun Habis untuk Keluarga, Kini Dibilang Tak Tahu Diri
"Kami berharap pemerintah Provinsi Aceh segera turun tangan untuk melanjutkan pembangunannya,” harap Zulkifli.
Kondisi saat ini, kata Zulkifli, sangat memprihatinkan karena struktur jembatan baru sebatas abutment yang dinilai terlalu tinggi hingga tidak sesuai dengan kondisi tempat tinggal warga setempat.
Selain itu, aktivitas distribusi hasil pertanian warga juga terganggu karena jembatan tersebut belum selesai dibangun.
"Pak Bupati Safaruddin sudah meminta kepada saya untuk segera membuat permohonan agar nanti diteruskan ke provinsi," ungkapnya.
Sejumlah warga setempat juga mengungkapkan harapan serupa. Mereka menilai keberadaan jembatan tersebut akan mempercepat mobilitas dan meningkatkan perekonomian desa terutama sektor perkebunan dan pertanian.
Baca juga: Lonjakan Penumpang, Kapal Layani Hingga 11 Trip dari Banda Aceh ke Sabang
“Kalau jembatan ini selesai, kami tidak perlu memutar jauh lagi. Biaya transportasi juga bisa lebih hemat,” kata Jauhari.
Pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Aceh dapat segera mengalokasikan anggaran dan menindaklanjuti proyek tersebut demi kepentingan bersama.
"Kami meminta adanya kejelasan terkait kelanjutan pembangunan agar tidak terus menjadi proyek mangkrak.
Hingga saat ini, kami masih menunggu respons dari pihak terkait untuk merealisasikan pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan tersebut," pungkasnya. (*)