TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah kini mengalihkan fokus pada antisipasi puncak arus balik gelombang kedua yang diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini, tepatnya 28–29 Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur waktu kepulangan agar tidak terjebak penumpukan kendaraan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menumpuk di akhir libur ini. Kami harap arus balik dilakukan secepatnya, terutama mulai hari ini, besok, dan lusa untuk menghindari puncak gelombang kedua,” ujar Pratikno saat meninjau Jasa Marga Toll Road Command Center, Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan data terkini, volume kendaraan selama periode Lebaran 2026 ini tercatat naik sekitar 4,6 hingga 5 persen dibandingkan tahun lalu.
Pada puncak arus balik gelombang kedua nanti, jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan menembus angka 270.000 unit.
Sejalan dengan kenaikan volume kendaraan pribadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat tren serupa pada moda transportasi umum.
Pergerakan keberangkatan penumpang tercatat melonjak hingga 11,11 persen hingga H+3 Lebaran.
“Angka ini masih bersifat dinamis karena kami terus menghitung pergerakan hingga tanggal 29 Maret mendatang,” jelas Dudy. Pihak Kementerian Perhubungan memprediksi tekanan pada sistem transportasi akan mencapai titik tertingginya pada Sabtu dan Minggu besok.
Guna memecah konsentrasi kendaraan pada puncak gelombang kedua, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif.
Menhub Dudy mengharapkan masyarakat dapat memaksimalkan kebijakan Work From Home (WFH) yang telah diimbau sebelumnya.
Selain itu, tersedia pula diskon tarif tol sebesar 20 persen yang berlaku khusus pada tanggal 26 dan 27 Maret 2026.
Insentif ini diberikan sebagai stimulus agar pemudik mau memulai perjalanan balik lebih awal sebelum kepadatan gelombang kedua terjadi.