TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Bantul mencatat pergerakan harga bahan pokok atau komoditas usai puncak Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, berjalan stabil.
Kepala DKUKMPP Kabupaten Bantul, Prapta Nugraha, menyampaikan, sampai saat ini, pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan. Hasilnya, sebagian besar bahan pokok terjual dengan harga normal.
"Secara umum harga bahan pokok seperti telur dan beras setelah Lebaran ini masih dalam kondisi normal. Tidak ada kenaikan yang mencolok dan stok di pasar masih tersedia," katanya, Rabu (25/3/2026).
Adapun untuk pantauan harga beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp12.500 per kilogram dan beras medium dijual seharga Rp13.000 per kilogram.
Selain harga, kata Prapta, terpantau Bantul tidak terjadi praktik penimbunan barang oleh pedagang di pasar tradisional. Dengan begitu, ketersediaan bahan pokok dapat terdistribusi dan mencukupi kebutuhan masyarakat secara baik.
"Dari hasil pengawasan, tidak ditemukan praktik penimbunan. Yang ada itu memang stok untuk kebutuhan usaha, bukan disimpan untuk spekulasi harga," ujar Prapta.
Terlebih, tindak praktik penimbunan komoditas dinilai tidak menguntungkan bagi pelaku usaha. Apalagi, komoditas pangan memiliki tenggat waktu kadaluwarsa, sehingga menimbun komoditas itu justru berisiko dan tidak menguntungkan bagi pedagang.
"Kalau bahan pokok seperti beras atau kebutuhan harian lain, menimbun itu justru berisiko dan tidak menguntungkan bagi pedagang," tutur Prapta.
Walau begitu, ia tak menampik bahwa dalam momen Lebaran Idulfitri sempat ada peningkatan permintaan sejumlah komoditas. Sayangnya, ia tidak menjabarkan besaran peningkatan kebutuhan sejumlah komoditas saat momen Hari Besar Keagamaan Nasional itu.
"Yang jelas, kami terus berupaya memastikan dan melakukan pemantauan harga maupun ketersediaan bahan pokok di pasar untuk menjaga stabilitas pasokan berjalan dengan baik," tandasnya.(nei)