Pertama Kali, JK Absen di PSBM, Urus Misi Perdamaian di Thailand
Abdul Azis Alimuddin March 26, 2026 01:19 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Pertama kalinya, Muhammad Jusuf Kalla (83) tak menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM).

Pada gelaran ke-XXVI 2026 ini, JK dipastikan absen karena menjalankan misi perdamaian di Thailand.

Kabar ketidakhadiran Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut disampaikan Aksa Mahmud (80).

Ia menyatakan, JK sejatinya telah mengagendakan hadir dalam forum tahunan ini. Namun, agenda lain tidak bisa ditinggalkan membuat JK batal datang.

JK dijadwalkan bertolak ke Bangkok untuk mengurus misi perdamaian.

“Tadi, Pak JK sampaikan tidak bisa hadir, karena mau ke Thailand urus perdamaian,” ujar Aksa Mahmud saat memberi sambutan pada acara halal bihalal KKDB Barru.

Mubes VII Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) digelar di Hotel Aryaduta, Jl Somba Opu, Makassar, Selasa (24/3/2026).

PSBM merupakan forum pertemuan saudagar Bugis-Makassar yang digagas oleh JK bersama Aksa Mahmud dan Alwi Hamu muda.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi ekonomi para perantau asal Sulawesi Selatan.

Tahun ini, PSBM XXVI digelar pada Rabu-Jumat (25-26/3/2026) di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar.

Sekira 3.000 peserta dijadwalkan hadir, termasuk 1.500 pengusaha sukses asal Sulsel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Tiga puluh tiga tahun lalu, 1993, usia Jenderal M Jusuf (1928-2004) baru melampaui masa matangnya, 63 tahun.

M Jusuf pun sudah di akhir masa jabatan periode kedua sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI, 1983-1993).

Tiga saudagar Bugis muda, memberanikan diri datang ke rumah Sang Jenderal, di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Trio saudagar itu, baru saja melewati usia muda-dewasa, menuju matang!

Jusuf Kalla, saudagar tertua masih berusia 50 tahun. Alwi Hamu, 48 tahun, dan Aksa Mahmud baru berulang tahun ke-46.

Mereka tiga sekawan dan mantan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), angkatan 1966 di Sulsel.

Mereka jebolan Unhas Kampus Barayya.

“Kami bertiga, satu mobil datang ke Teuku Umar tegang. Sebagai mantan aktivis KAMI, kita datang yakinkan Jenderal M Jusuf, datang hadiri pertemuan pertama Saudagar di Ujungpandang,” kata Aksa Mahmud.

Bagi Aksa, dan dua seniornya, ketegangan itu beralasan.

Pasalnya, Sang Jenderal selalu menghindar saat diajak kumpul-kumpul dengan warga asal Sulsel.

Jenderal M Jusuf memang sosok nasionalis sejati.

Tahun 1957, saat masih letnan kolonel dan berusia 31 tahun, M Jusuf mengumumkan di koran, bahwa gelar Andi di depan dia tanggalkan.

Alasan lain, konteks dan peta politik nasional saat itu, juga sangat sensitif dan full di bawah kendali Orde Baru.

Pendahulunya di BPK, Jend TNI Umar Wirahadikusuma (1924-2003), juga sudah 5 tahun lengser dari jabatan wakil presiden ke-4, pendamping Soeharto.

Pengaruh M Jusuf, sebagai Menhankam/Panglima ABRI ke-7 (1978-1983) juga masih kuat.

Jenderal kelahiran Kajuara, Bone  ini juga santer disebut sebagai figur ideal wakil presiden pengganti Sudharmono (wapres ke-5).

Aksa mengisahkan, mereka baru saja duduk di ruang tamu Jl Teuku Umar, dan kemukakan niat menghelat acara saudagar, Pak Jenderal sudah menimpali dan sempat menolak datang.

“Itu acara-suku suku-an lagi. Tidak perlu itu begitu,” kata M Jusuf.

Namun sebagai juru bicara, Kalla Cs tak kehabisan akal.

“Kalau kehabisan akal, bukan saudagar namanya,” kata Aksa.

Kapasitas Trio Saudagar itu juga pengusaha.

Kalla menjabat Dirut NV Hadji Kalla sekaligus Ketua Kadinda Sulsel.

Alwi Hamu wakil dan penerbit surat kabar Harian FAJAR.

Sedangkan Aksa, direktur Bosowa sekaligus Ketua Gapensi dan BPD HIPMI Sulsel.

Kalla lalu meyakinkan, pertemuan itu kelak sekaligus moment mengajak para pengusaha, saudagar rantau untuk membangun Masjid Al Markaz Al Islam.

Akhirnya, dengan alasan rasional bernuansa religius itu, Sang Jenderal akhirnya menyatakan kesediaan hadir di acara medio 1993 itu.

Setelah pertemuan Silaturahmi pengusaha itu dihelat di Balai Manunggal ABRI-Rakyat, tahun 1994, Jenderal M Jusuf pun meletakkan batu pertama proyek pusat baru peradaban Islam di Sulsel.

Aksa mengisahkan momen di kediaman Jenderal M Jusuf itu, sehari sebelum perhelatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-XXVI, 25-26 Maret 2026.

Sebelum sowan ke Jenderal M Jusuf, trio saudagar ini juga sudah lebih dulu berkomunikasi dan mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel HZB Palaguna, dan Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Beddu Amang.

Sejak saat itulah, penyelenggara event PSBM ini senantiasa digelar bersama Kadin Sulsel, KKSS, Pemprov Sulsel.

Aksa menyebut, JK awalnya mengagendakan hadir. Namun, karena ada lawatan terjadwal di Bangkok, Kalla tak hadir.

“Tadi, Pak JK sampaikan tak bisa hadir, karena mau ke Thailand urus perdamaian,” ujarnya di podium halal bi halal KKDB Barru.

Forum besar mempertemukan para saudagar, pengusaha, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jaringan ekonomi masyarakat Bugis-Makassar di tingkat nasional maupun global.

Kegiatan bertajuk “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk membahas peluang investasi, penguatan ekonomi daerah, hingga strategi menghadapi dinamika ekonomi global.

Tahun 2025 lalu, PSBM ke-25  dihelat di Makassar,  9 hingga 11 April 2025, di moment silaturahim Lebaran.

Momen PSBM pertama tahun 1993, juga digelar setelah Idul Fitri 1413 Hijriyah. 

Libur Lebaran saat itu bertepatan 25 dan 26 Maret 1993. 

Ini juga hanya berselang dua bulan, setelah Palaguna dilantik sebagai Gubernur Sulsel, menggantikan dua periode masa jabatan Prof Dr Ahmad Amiruddin.

Saudagar Berdatangan

Saudagar dari berbagai daerah mulai berdatangan menghadiri PSBM 2026 di Hotel Claro Makassar.

Lobi hotel tampak ramai sejak Rabu siang. Para peserta terlihat melakukan registrasi dan check-in.

Kegiatan ini dipusatkan di Phinisi Ballroom Claro.

Pantauan di lokasi, peserta yang datang tidak hanya registrasi, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk bersantai.

Sejumlah saudagar tampak menikmati kopi di area FnB, seperti Executive Lounge dan Carita.

Registrasi hingga malam hari. Setelah itu, panitia melanjutkan gladi bersih sebagai persiapan pembukaan acara.

Marcomm Manager Claro Makassar, Ricwan Wahyudi, memastikan kesiapan pihak hotel dalam menyambut para peserta.

“Claro Makassar siap menyambut para saudagar Bugis Makassar dalam acara PSBM 2026, baik dari sisi venue maupun hidangan. Semoga acara ini memberikan dampak positif bagi ekonomi di Makassar,” ujarnya.

Berdasarkan susunan acara, pembukaan digelar Kamis (26/3/2026).

Rangkaian pembukaan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan masuknya rombongan

Ketua Umum BPP KKSS ke dalam Phinisi Ballroom.

Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KKSS.

Selanjutnya, penampilan tari Matoanna Sipakalebbi oleh Yayasan Anging Mammiri akan memeriahkan suasana.

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an akan dibawakan oleh Zian Fahrezi, Juara 1 Qori Cilik Internasional di Iran 2026.

Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munzir, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Sambutan utama akan disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Acara kemudian dilanjutkan tausiah dan doa oleh Ustaz Das’ad Latief.

Puncak seremoni pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang oleh sejumlah tokoh.

Momentum ini juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan aksi peduli sosial secara simbolis.

Usai pembukaan, Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman menyampaikan keynote speech.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah hibah, peluncuran operasional

Sekolah Unggulan KKSS, serta penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Rangkaian kegiatan berlanjut ke sesi diskusi bertajuk “Success Story dan Peluang Investasi”.

Pada panel pertama yang dijadwalkan berlangsung pukul 11.00 hingga 13.00 Wita, diskusi akan dimoderatori oleh Utrich Farzah.

Selengkapnya baca edisi cetak Harian Tribun Timur, Kamis 26 Maret 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.