Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Jalan Nasional di Jalur Pantura Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai dipadati pemudik dengan dominasi pengendara roda dua yang melakukan perjalanan arus balik dari arah timur menuju Jakarta maupun kota-kota lain.
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar. Pol Sumarni menyatakan peningkatan volume kendaraan sudah mulai terjadi di Jalur Pantura sejak H+3 atau Selasa (24/3) dengan dominasi pengendara sepeda motor menuju arah barat.
"Sejak Selasa kemarin sudah mulai padat, namun situasi masih relatif lancar karena petugas juga telah sigap menghadapi kepadatan lalu lintas," katanya di Cikarang, Rabu.
Ia mengatakan sebagian pemudik memilih kembali ke wilayah aglomerasi Jabodetabek lebih awal guna menghindari kemacetan yang diperkirakan terjadi pada puncak arus balik akhir pekan ini.
"Meski jumlah kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas masih relatif terkendali. Para pemudik memanfaatkan waktu sebelum puncak arus balik untuk kembali ke tempat kerja dan mempersiapkan diri menghadapi aktivitas normal usai Lebaran," ucapnya.

Pemudik asal Sumedang Heri (35) mengungkapkan perjalanan arus balik terasa lebih nyaman dibandingkan saat mudik bahkan perjalanan dari wilayah asal hingga sampai di Kabupaten Bekasi hanya memakan waktu lima jam.
"Lebih singkat dibandingkan perjalanan mudik yang sempat terhambat oleh kemacetan. Waktu mudik kemarin macetnya parah di beberapa titik. Tapi sekarang lebih lancar. Lima jam sudah sampai sini," katanya.
Heri mengaku sengaja kembali lebih awal agar tidak terjebak dalam kepadatan kendaraan yang kerap terjadi menjelang akhir masa libur Lebaran selain dikarenakan harus segera mempersiapkan diri untuk kembali bekerja.
Kondisi serupa juga terlihat di beberapa titik strategis lain sepanjang Jalur Pantura. Banyak pemudik yang memilih strategi serupa dengan kembali sebelum puncak arus balik untuk menghindari antrean panjang di jalan.
Sementara aparat kepolisian bersama instansi terkait juga terus bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus balik Lebaran tahun ini. Pengaturan lalu lintas dan penempatan personel di titik-titik rawan dilakukan guna memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.







