Pantai Indah Kemangi, Wisata Binaan BUMDes di Kendal yang Raup Cuan Rp 1 Miliar Setahun
M Syofri Kurniawan March 26, 2026 05:54 AM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Selain desa wisata di Arenan Kalikesek Kecamatan Limbangan Kendal dengan penghasilan mencapai Rp 1 miliar per tahun, desa wisata di Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal juga kini telah berkembang pesat dan menopang pembangunan desa.

Mengandalkan objek wisata yang diberi nama Pantai Indah Kemangi (PIK), rata-rata pemasukan dari wisata yang dikelola desa itu juga mencapai Rp 1 miliar per tahun.

Bendahara BUMDes Jungsemi, Dian, menceritakan, perjalanan luar biasa objek wisata PIK hingga menjadi destinasi favorit pengunjung.

Ia mengatakan, pembukaan wisata PIK dilakukan pada tahun 2017-2018. Saat pertama kali dibuka, pengelolaan masih berada di tangan Pokdarwis setempat.

Sayang, upaya pengelolaan itu seolah jalan di tempat. Objek wisata PIK tak berkembang. Sadar akan potensi dari PIK, Pemerintah Desa Jungsemi lantas mengambil alih pengelolaan lewat BUMDes.

Perlahan tapi pasti, objek wisata itu mulai berbenah secara pengelolaan di tangan BUMDes. Semakin hari, pengunjung yang datang semakin ramai terutama saat akhir pekan yang bisa tembus 5 ribu orang.

"Dulu waktu dipegang Pokdarwis belum terkoordinasi dengan baik sistem pengelolaannya. Alhamdulillah mulai ramai itu sekitar 2018 setelah pengelolaan diambil alih BUMDes," katanya ditemui di PIK, Selasa (24/3/2026). 

Dian mengatakan, pendapatan kotor dari PIK bisa mencapai kisaran Rp 100 juta dalam sebulan. Jumlah itu terkadang bisa meningkat seiring berlangsungnya masa liburan.

"Alhamdulillah di sini sering ramai. Sepinya pengunjung itu kalau musim penghujan. Selama ramadan, objek wisata ini selalu tutup," sambungnya.

Sebagai wujud rasa syukur, pihaknya juga rutin menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) setahun sekali yang ditujukan untuk pelajar hingga guru madrasah diniyah. Selain itu, pihaknya juga memperluas CSR untuk warga di Desa Jungsemi yang tengah berkabung.

"CSR kami berikan ke anak Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, sekolah, guru Madin. Kemudian, jika ada warga Jungsemi yang meninggal, kami beri CSR juga," paparnya.

Keberadaan PIK juga membantu perekonomian warga yang kini telah ramai mendirikan warung-warung di sekitar pantai. Sedikitnya, terdapat 68 pelaku UMKM lokal yang mengandalkan pundi-pundi rupiah dari ramainya objek wisata pantai tersebut.

"Kami akan terus berbenah untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas di PIK. Sehingga pengunjung betah di sini," tuturnya.

Kepala Desa Jungsemi, Dasuki mengatakan tarif masuk ke PIK cukup murah yakni Rp 5 ribu termasuk parkir. Dijelaskannya, terdapat wahana permainan lain yang kini tersedia di PIK, di antaranya motor ATV, naik delman, perahu, dan sejumlah permainan lain.

"Kalau mau menjajal permainan, itu ada tarifnya sendiri," ujarnya.

Dasuki menerangkan, objek wisata ini juga telah membantu Pemerintah Desa dalam membangun balai desa yang cukup megah. Meski tak sepenuhnya berasal dari penghasilan PIK, namun sebagian besar merupakan andil dari PIK. 

"Iya itu balai desa juga termasuk support dari PIK ini," tandasnya.

Jadi Primadona

Jumlah wisatawan di Pantai Indah Kemangi (PIK) di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal mengalami peningkatan signifikan saat momen libur lebaran.

Objek wisata yang tak beroperasi selama ramadan itu, kini mulai ramai dipadati wisatawan usai memasuki libur lebaran.

Tercatat, ada sekitar 5 ribu wisatawan yang berkunjung ke PIK setiap harinya. Jumlah itu mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar 4 ribu pengunjung per hari di momen libur lebaran.

Dasuki mengungkapkan lonjakan kenaikan pengunjung ditengarai adanya perbaikan dan sarana wisata yang lengkap di PIK. Berdasarkan data penjualan tiket lebaran saat H+3 lebaran, jumlah pengunjung hampir mencapai 6 ribu orang dalam sehari. Sedangkan pada H+2, jumlahnya lebih dari 5 ribu orang. 

"Tahun ini naik sekitar 20 persen, di pantai sini tidak hanya menawarkan keindahan pantainya. Tapi juga kenyamanan suasananya," katanya.

Dasuki pun memprediksi kenaikan pengunjung akan terus terjadi mendekati puncak libur lebaran hingga mencapai 6 ribu orang. Guna mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya telah menambah dua pendopo baru yang dapat digunakan untuk pertemuan atau acara lainnya.

"Mulai dari H+1 hingga dua minggu ke depan, pendopo ini sudah penuh dipesan,” tambahnya. (Agus Salim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.