TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Jenazah bos Djarum, Michael Bambang Hartono, dikebumikan di makam keluarga, Godo, Desa Punjulharjo, Kecamatan/Kabupaten Rembang.
Ribuan karyawan PT Djarum dan sejumlah tokoh menghadiri pemakaman tersebut.
Dua tenda besar berwarna putih tampak berdiri di tengah lahan pemakaman Godo, Rabu (25/3/2026).
Tenda tersebut diperuntukkan keluarga dan karyawan yang mengikuti upacara pemakaman.
Prosesi pemakaman berlangsung tertutup, eksklusif bagi keluarga dan tamu undangan.
Awak media hanya diperkenankan melakukan peliputan di luar tenda.
Mulai pukul 09.00, gelombang pelayat berdatangan ke lokasi pemakaman.
Terdapat sekurangnya 10 bus rombongan lelayu.
Adapun karyawan Djarum Rembang kebanyakan datang dengan bersepeda motor.
Dikawal ketat aparat kepolisian, jenazah Michael Bambang Hartono tiba di lokasi, pada pukul 10.20.
Sebelumnya, sejak 22 Maret lalu, jenazah disemayamkan di GOR Djarum, Jati, Kudus.
Iring-iringan mobil jenazah melewati ratusan karangan bunga dan puluhan janur kuning yang berjajar panjang dari gerbang hingga titik pemakaman yang berjarak kurang lebih 200 meter.
Karangan bunga datang dari berbagai kalangan, mulai dari dunia usaha, politisi atau pejabat, hingga organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan.
Salah satu karyawan PT Djarum, Ahmad Nur Faqih Rosyidi, yangmengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam.
Faqih yang juga sekretaris Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (PUK SPSI RTMM) Djarum Rembang, menyebut bahwa Bambang Hartono merupakan sosok pemimpin yang sangat peduli dan tidak pernah membeda-bedakan kasta pekerjanya.
"Kalau beliau orangnya ramah, baik. Kalau sama karyawan ya nggak membeda-bedakan. Walaupun kami di sini yang (karyawan) paling bawah ya, tapi kami nggak dibeda-bedakan," ujar Faqih di lokasi pemakaman.
Faqih menjelaskan,massa pelayat merupakan perwakilan dari berbagai unit kerja atau 'brak' di wilayah Rembang dan sekitarnya.
Menurutnya, ada perwakilan dari Brak Rembang, Brak Landoh, hingga Brak Tireman.
"Keseluruhan (karyawan) mungkin hampir 3.000 (orang). Tapi nggak bisa datang semua kan, memang ini terbatas," tambah Faqih, yang sudah bekerja di Djarum selama 25 tahun.
Asli Rembang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin, juga hadir langsung dalam prosesi pemakaman Bambang Hartono.
"Saya dan jajaran pemerintah daerah (Pemkab Rembang—Red) mengucapkan ikut berbelasungkawa," ujar Fahrudin seusai menghadiri pemakaman.
Menurut Fahrudin, Bambang Hartono dimakamkan di dekat makam kedua orang tuanya.
Keluarga Bambang diketahui berasal-usul dari kawasan Gambiran, Rembang Kota.
"Menurut cerita yang disampaikan tadi (saat upacara pemakaman), beliau ini berasal dari Rembang, lahir di Rembang, sehingga kontribusi untuk Kabupaten Rembang cukup banyak," kata dia.
Fahrudin menyebut, Bambang Hartono telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah, terutama melalui hibah tanah dan penciptaan lapangan kerja.
Ia memaparkan, Bambang Hartono menghibahkan tanah luas di lokasi strategis Jalan Pemuda, Rembang, yang digunakan untuk berbagai fasilitas publik, mulai dari kantor Kejaksaan Negeri, Gedung Haji, hingga lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.
“Selain hibah lahan, kontribusi ekonomi juga dirasakan masyarakat melalui berdirinya tiga titik pabrik rokok PT Djarum di wilayah Rembang yang menyerap banyak tenaga kerja,” imbuhnya.
Pemberangkatan jenazah
Sebelumnya, pada Rabu pagi, jenazah Bambang Hartono diberangkatkan dari GOR Djarum ke Rembang.
Jenazah Bambang disemayamkan di GOR Djarum, sejak 22 Maret silam.
Bambang meninggal di Singapura, pada 19 Maret.
Sebelum pemberangkatan ke Rembang, berlangsung misa pelepasan yang dipimpin oleh Romo Leonardus Tinah Kusumah, mulai pukul 07.45.
Satu jam kemudian, pada pukul 08.40, peti jenazah Bambang Hartono keluar dari GOR Djarum.
Peti berwarna cokelat yang ditaruh di atas brankar beroda itu didorong oleh delapan anggota TNI berseragam loreng, untuk dibawa ke mobil jenazah.
Setelah peti jenazah sampai di belakang mobil jenazah, enam anggota Polisi Militer mengangkat peti tersebut, lalu memasukkannya ke dalam mobil jenazah.
Keluarga berbaris di depan mobil jenazah.
Satu di antara mereka melakukan prosesi pemecahan semangka di depan mobil jenazah hingga akhirnya mobil jenazah berangkat meninggalkan GOR Djarum Kudus.
Sejumlah tokoh pengusaha dan pejabat Pemkab Kudus yang turut melepas kepergian sang taipan.
Di antara pengusaha yang hadir dalam kesempatan ini, yakni CEO Marifood, Harjanto Halim.
Adapun pejabat Pemkab Kudus yang hadir, antara lain Bupati, Sam’ani Intakoris; Wakil Bupati, Bellinda Putri Sabrina Birton; dan Ketua DPRD, Masan.
Harjanto Halim menyatakan, sosok Michael Bambang Hartono yang meninggal di usia 86 tahun merupakan pribadi yang sederhana dan dermawan.
“Saya mewakili Sekolah Karangturi itu pernah dapat tanah 6 hektare dari Pak Bambang dan Pak Budi (adik kandung Bambang Hartono--Red) karena beliau alumnus Sekolah Karangturi terus bangunan gedung SMP dan SMA yang nilainya tidak main-main saat itu,” kata Harjanto.
Tentu, kata Harjanto, dengan adanya bantuan berupa tanah dan bangunan yang diberikan oleh duo Hartono tersebut pihaknya merasa sangat berterima kasih.
Selepas menyumbang tanah dan bangunan pun tidak ada embel-embel di belakangnya.
“Beliau menyumbang ya sudah, selesai, cuma pesan dijaga Sekolah Karangturi yang baik,” kata Harjanto.
Selebihnya, kata dia, sosok seperti Bambang Hartono haruslah diperbanyak di negeri ini.
Menurutnya, Bambang Hartono merupakan sosok yang ikut serta membangun bangsa tanpa banyak bersuara.
“Kisah hidup Pak Bambang dan kisah hidup bangsa kita sebaiknya tidak usah banyak omong, sebaiknya diam tetapi membangun,” kata dia. (Mazka Hauzan Naufal/Rifqi Gozali)