Suami Serang Istri Pakai Sajam Gegara Pergi Sepekan Tanpa Pamit, Korban Tersungkur
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 26, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Suami serang istri secara membabi buta karena emosi bininya pergi sepekan tanpa pamit.

Akibat perbuatan suami, sang istri tersungkur bersimbah darah dengan luka senjata tajam (sajam) di tubuh.

Peristiwa tersebut gempar karena terjadi di sebuah warung pecel di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026).

Ketika itu sang istri sedang bekerja di warung pecel itu.

Usut punya usut, kejadian penganiayaan berawal dari konflik rumang tangga yang dibina pasangan suami istri (Pasutri) berinisial NT dan SJ.

Pasutri asal Kecamatan Sawoo ini membina pernikahan secara siri sejak 2021.

Sang istri, SJ pergi dari rumah tanpa pamit sejak sepekan lalu kemudian bekerja di salah satu warung pecel di Kecamatan Sambit.

Kapolsek Sambit, AKP Baderi, menjelaskan bahwa NT sempat mencoba menghubungi SJ sebelum akhirnya mendatangi tempat kerja korban.

“Pelaku kemudian menghubungi korban, meminta untuk membicarakan urusan pribadi yaitu tentang hubungan pernikahan yang dibina secara siri yang telah berjalan,” katanya kepada SURYA.CO.ID, Rabu (25/3/2026).

Pelaku Emosi 

Pelaku yang merasa tidak terima ditinggal tanpa pamit langsung menghampiri korban di tempat kerjanya.

Mantan Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo tersebut menerangkan bahwa pelaku sempat menanyakan tujuan korban pergi.

“Saat itu menanyakan bagaimana maksut dan tujuan korban, meninggalkan pelaku pulang ke rumahnya sendiri,” terang AKP Baderi.

Namun, saat itu korban terus menghindar dan enggan diajak bicara.

Pelaku yang sedang emosi langsung mengeluarkan pisau bergagang coklat sepanjang 33 cm yang dibawa pelaku dari rumah.

“Pelaku diduga kesal, tidak dihargai dan juga dipersulit oleh korban untuk bertemu dan mengobrol, pelaku kemudian emosi dan khilaf,” urainya.

Korban Alami Luka di Bagian Tubuh

Akibat serangan membabi buta tersebut, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.

“Kemudian ditebaskan ketubuh bagian kepala, punggung, pundak serta dada korban, sebanyak 5x tebasan."

"Sehingga membuat korban tersungkur dan bersimbah darah,” tambah AKP Baderi.

Melihat kondisi korban yang mengenaskan, pemilik warung nasi pecel segera melaporkan kejadian tersebut ke SPKT / Unit Reskrim Polsek Sambit.

Sementara pelaku langsung kabur.

“Korban bersimbah darah dan dilarikan ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dr Harjono Ponorogo,” ungkapnya.

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami kasus penganiayaan berat ini dengan mengumpulkan seluruh bukti yang ada di lapangan.

“Kami melakukan penyidikan kasus ini, mengumpulkan barang bukti dan keterangan,” pungkas AKP Baderi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.