TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Misteri kematian tragis staf Sekretariat Bawaslu OKU Selatan, Maria Simaremare (38), mulai mengarah pada dugaan tindak kriminal.
Hilangnya sejumlah barang berharga milik korban dari lokasi kejadian menjadi petunjuk awal yang kini didalami aparat kepolisian.
Peristiwa ini terungkap pada Rabu pagi, 25 Maret 2026, di rumah kontrakan korban yang berada di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, memicu perhatian warga sekitar dan aparat penegak hukum.
Seiring olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan indikasi adanya barang-barang milik korban yang hilang.
Di antaranya satu unit sepeda motor Honda BeAT, sebuah laptop, serta dua unit telepon genggam.
Kasatreskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L Sinaga, membenarkan temuan tersebut.
Ia menyebut, hilangnya barang berharga korban menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Benar, ada beberapa barang korban yang tidak ditemukan di lokasi. Ini masih kami dalami, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan peristiwa yang menimpa korban,” ujar Aston, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Luka Gorok di Leher, Wanita Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Tewas di Kosan, Diselidiki Polisi
Meski begitu, Aston menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa kasus tersebut merupakan aksi perampokan yang berujung pembunuhan.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berada pada tahap awal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Belum bisa kita simpulkan sebagai perampokan. Saat ini kami masih melakukan pendalaman secara menyeluruh, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tim penyidik tengah menelusuri kronologi kejadian secara detail, termasuk aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Polisi juga membuka kemungkinan berbagai motif di balik peristiwa ini, mulai dari tindak pencurian dengan kekerasan hingga faktor lain yang masih dalam proses penyelidikan.
“Semua kemungkinan masih terbuka. Kami bekerja secara maksimal untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian ini,” tambah Aston.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat adanya indikasi kehilangan barang yang dapat mengarah pada dugaan tindak kriminal.
Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik seiring hasil penyelidikan yang terus berjalan.
Korban diketahui merupakan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil.
Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian.
Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut.
“Betul, ada kejadian penemuan mayat perempuan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com pada Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP dan pendataan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi.
Selain itu, jenazah korban juga telah dievakuasi ke RSUD Muaradua guna dilakukan pemeriksaan medis melalui visum et repertum (VER).
“Langkah-langkah yang kami lakukan di antaranya mendatangi TKP, mengamankan dan memasang police line, melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi, membawa korban ke RSUD, serta menghubungi pihak keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa dari hasil pengamatan awal secara kasat mata, ditemukan adanya luka di bagian leher korban.
“Secara kasat mata memang ada luka di bagian leher korban yang diduga akibat sayatan benda tajam,” ungkap AKBP I Made Redi Hartana.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk perkiraan waktu kematian.
“Untuk penyebab kematian maupun sudah berapa lama korban meninggal, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit,” tambahnya.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil visum guna mengungkap secara pasti penyebab kematian korban.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel