Pemkab Pringsewu Resmi Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang 2026
taryono March 26, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu resmi menutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026, kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan IM Japan, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan penutupan dipimpin langsung Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan dihadiri para Asisten Sekretariat Daerah, kepala OPD, Direktur IM Japan Ozawa Yoriko, para pelatih, kepala SMK se-Kabupaten Pringsewu, orangtua peserta, serta seluruh peserta pelatihan.

Bupati Riyanto mengapresiasi Kementerian Ketenagakerjaan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Pringsewu. 

Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, membuka peluang kerja luas bagi generasi muda, serta mendukung penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Program ini sejalan dengan visi Kabupaten Pringsewu ‘MAKMUR’ – Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius,” ujar Riyanto.

Pelatihan tahap I menjadi bagian penting dalam seleksi dan pembinaan peserta sebelum memasuki tahap berikutnya. 

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan tentang kedisiplinan, penguatan mental, kemampuan dasar bahasa Jepang, serta pemahaman budaya dan etos kerja masyarakat Jepang.

Bupati berpesan agar peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan selalu menjaga nama baik keluarga, daerah, serta bangsa Indonesia.

“Kesempatan ini sangat berharga. Gunakan untuk belajar dan mengembangkan diri,” pesan Riyanto. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, pelatih IM Japan, serta seluruh peserta.

Dengan resmi menutup pelatihan, Pemkab Pringsewu kembali dipercaya Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk melaksanakan rekrutmen pemagangan ke Jepang dua kali dalam setahun, Juli dan November 2026.

Direktur IM Japan Ozawa Yoriko menuturkan program ini memberi manfaat besar bagi peserta, baik dari sisi keterampilan maupun pengalaman internasional. 

Peserta tidak hanya berkesempatan bekerja di Jepang, tetapi juga bisa melanjutkan usaha mandiri, pendidikan, atau kembali bekerja di Jepang melalui jalur yang tersedia.

Hingga saat ini, program pemagangan ke Jepang di Pringsewu telah meluluskan 63 peserta yang siap bekerja di Jepang. 

Capaian ini diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat dan memotivasi generasi muda meningkatkan kualitas diri serta daya saing di tingkat global.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.