Kematian Harimau Huru dan Hara di Kebun Binatang Bandung: BBKSDA Lakukan Nekropsi dan Analisis Medis
Muhamad Syarif Abdussalam March 26, 2026 03:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hara, anak harimau di Kebun Binatang Bandung yang berusia enam bulan mati kemarin. Kini, Kamis (26/3/2026), giliran saudaranya Huru yang usianya sama enam bulan dikabarkan mati.

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar, Eri Mildranaya membenarkan informasi tersebut.

"Ya benar (keduanya sekarang telah mati)," katanya singkat saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).

Huru dan Hara lahir pada 12 Juli 2025. Keduanya lahir dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun).

Eri belum dapat menjelaskan penyebab kematian dua ekor anak harimau ini. Pihak BBKSDA Jabar masih menyiapkan keterangan resmi terkait kejadian ini.

"Kami masih siapkan pers releasenya," ujar Eri.

Sebelumnya, kemarin Eri sempat menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian satwa tersebut.

“Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” katanya.

Dia menyampaikan proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa telah dilakukan dan hasil pemeriksaan secara lengkap akan disampaikan setelah seluruh proses analisis oleh dokter hewan telah selesai dilakukan.

Hara diketahui merupakan salah satu koleksi satwa di Kebun Binatang Bandung yang lahir pada 12 Juli 2025. Dia lahir bersama saudaranya, Huru, dari pasangan induk jantan bernama Shah Rukh Khan dan betina Jelita.

Kematian Hara pun mendapat tanggapan dari Wali Kota Bandung, M Farhan. Menurut Farhan, induknya menjadi carier virus yang di mana merupakan virus khas keluarga kucing besar.

"Keduanya (induk dan anaknya) sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tak terselamatkan dan satu lagi sedang kami upayakan. Jadi, matinya bukan karena tak terawat, melainkan karena virus yang dibawa induknya," kata Farhan.

Hara itu memang telah dipisahkan dengan induknya. Namun, induknya selamat bersama Huru, dan Hara ini memang sangat lemah sejak lahir kondisinya.

"Tentu, ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kota. Kami memastikan hal ini tidak mengganggu kesejahteraan hewan lain. Virus ini memang khas pada kucing besar dan sulit diselamatkan jika sudah terinfeksi. Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah. Detailnya akan saya tinjau langsung, kemungkinan Jumat," kata Farhan.

Farhan menegaskan, petugas di kebun binatang Bandung 100 persen bersiaga sehingga tak ada hewan yang ditelantarkan.

"Saya sudah mengecek ke beberapa taman margasatwa, bahwa virus ini memang salahsatu paling perlu diwaspadai jika ada kucing besar di Kebun Binatang. Saya tentu prihatin dan sedih tapi ini harus menjadi perhatian agar tak terulang," katanya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.