Seorang pria bagikan 2 ton semangka gratis ke pemudik yang terjebak macet Lebaran. Aksi ini jadi tradisi dan tuai pujian.
Aksi berbagi di momen Lebaran kembali mencuri perhatian. Kali ini datang dari seorang pria asal Malaysia yang membagikan buah semangka gratis kepada para pemudik yang terjebak macet panjang saat arus balik Hari Raya.
Dikutip dari Weird Kaya (25/3) pria bernama Muhammad Lukmanul Hakim A. Rahmam (28) ini merupakan seorang pengusaha semangka.
Ia terlihat membagikan buah segar tersebut kepada para pengendara yang melintas di kawasan Kampung Beris Tokku, Terengganu, menuju Kuala Terengganu dan Kelantan.
Berbagi semangka untuk pemudik yang terjebak macet. Foto: Kosmo!
|
Aksi ini dilakukan di tengah kemacetan parah yang kerap terjadi saat periode Lebaran. Banyak pengendara harus menunggu berjam-jam di jalan, ditambah kondisi cuaca panas yang cukup menyengat.
Selama tiga hari sejak hari ketiga Lebaran, Lukmanul bersama keluarganya membagikan hampir dua ton semangka, termasuk varietas lokal Melon Manis Terengganu.
Para pengendara yang menerima pun tampak senang, karena buah segar tersebut membantu mengurangi rasa haus dan lelah selama perjalanan.
Menurut Lukmanul, kegiatan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2023. Awalnya hanya inisiatif kecil keluarga untuk berbagi di hari raya, tapi kini menjadi tradisi yang terus dilakukan setiap tahun.
"Ini hanya kontribusi kecil dari kami sekeluarga, terutama saat musim Lebaran di mana banyak orang terjebak macet," ujarnya.
Ilustrasi buah semangka. Foto: Getty Images/id-art
|
Ia juga mengungkapkan kondisi cuaca panas serta banyaknya warung makan yang tutup saat Lebaran menjadi alasan utama dirinya melakukan aksi ini.
Ia ingin para pengendara tetap mendapatkan asupan yang menyegarkan selama di perjalanan.
"Cuaca panas dan banyak tempat makan yang tutup membuat kami ingin membantu. Setidaknya mereka bisa menikmati sesuatu yang segar di tengah perjalanan," tambahnya.
Menariknya, sebagian besar semangka yang dibagikan berasal dari kebun milik keluarganya sendiri yang berada tidak jauh dari lokasi. Hal ini membuat kegiatan berbagi tersebut bisa terus berjalan tanpa kendala berarti.
Bagi Lukmanul, kebahagiaan sederhana dari para pengendara menjadi alasan terbesar untuk terus melanjutkan aksi ini.
"Melihat mereka tersenyum dan berterima kasih itu sudah sangat memuaskan," katanya.
Apa yang dimulai dari langkah kecil kini berubah menjadi tradisi Lebaran yang penuh makna, sekaligus menghadirkan kehangatan di tengah padatnya perjalanan mudik.









