Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Burni Telong di Provinsi Aceh masih tetap berada pada Level II (Waspada) menyusul hasil evaluasi aktivitas vulkanik periode 1 hingga 15 Maret 2026.
Baca juga: Gunung Burni Telong di Bener Meriah Masih Bergeliat, Dua Hari Bisa 31 Kali Gempa Vulkanik Dalam
Meskipun aktivitas kegempaan secara umum menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan periode saat gunung ini menyandang status Level III (Siaga) pada akhir Desember 2025 lalu.
Saat kondisi di bawah permukaan gunung setinggi 2.624 mdpl yang berada di Kecamatan Timang Gajah ini dilaporkan masih berada di atas batas normal.
Data terbaru yang dihimpun TribunGayo.com pada Kamis (26/3/2026), selama periode observasi terbaru periode 1-15 Maret 2026 terekam sebanyak 85 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA).
Dengan kondisi rata-rata lima kejadian per hari, yang mengindikasikan aktivitas di bawah permukaan masih berada di atas batas normal.
Lalu berdasarkan data instrumental, selain gempa vulkanik, seismograf juga mencatat 17 kali Gempa Tektonik Lokal dan 19 kali Gempa Tektonik Jauh.
Sementara grafik tiltmeter menunjukkan fluktuasi yang belum mengarah pada akumulasi tekanan signifikan.
Baca juga: Bener Meriah Setiap Hari Digoyang Gempa, Anggota DPRA Desak Penutupan Galian C di Kaki Gunung Berapi
Kemudian secara visual, puncak gunung setinggi 2.624 mdpl ini sering tertutup kabut dan tidak menunjukkan adanya hembusan asap kawah.
Namun PVMBG memperingatkan potensi bahaya erupsi freatik yang bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan kegempaan yang drastis.
Selain ancaman erupsi, otoritas terkait mengingatkan masyarakat akan bahaya gas vulkanik beracun di sekitar area solfatara dan fumarol.
Konsentrasi gas ini sangat rawan melampaui ambang batas aman, terutama saat cuaca mendung atau hujan.
Maka sebagai langkah mitigasi dan keselamatan, PVMBG melarang keras masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk mendekati kawah dalam radius 3 kilometer.
Pemerintah daerah setempat juga diinstruksikan untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong di Desa Serule Kayu guna memantau perkembangan aktivitas yang dapat berubah sewaktu-waktu. (*)
Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Burni Telong Meningkat Pasca Gempa 4,1