Kabar Andrie Yunus Setelah Letjen Yudi Abrimantyo Lepas Jabatan Kabais TNI Buntut Kasus Air Keras
Febriana Nur Insani March 26, 2026 12:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya.

Hal itu terjadi setelah empat prajurit TNI diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Empat prajurit tersebut diketahui bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI.

Mereka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Kabar mundurnya Letjen Yudi disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Mayjen Aulia mengumumkannya dalam konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

Belum diketahui siapa yang akan menggantikan posisi Letjen Yudi.

Di sisi lain, kondisi Andrie Yunus di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) masih memerlukan perhatian khusus.

Air keras yang mengenai tubuhnya ternyata berefek serius. 

Andri pun baru saja menjalani operasi pada Rabu (25/3/2026). Seperti apa?

Baca juga: Sosok Letjen Yudi Abrimantyo, Kabais TNI Tumbang Imbas Kasus Andrie Yunus, Mundur atau Dicopot?

SOSOK YUDI ABRIMANTYO - Letjen TNI Yudi Abrimantyo, S.I.P., M.Sc., Kepala BAIS TNI putuskan tinggalkan jabatannya imbas kasus air keras yang menimpa Andrie Yunus
SOSOK YUDI ABRIMANTYO - Letjen TNI Yudi Abrimantyo, S.I.P., M.Sc., Kepala BAIS TNI putuskan tinggalkan jabatannya imbas kasus air keras yang menimpa Andrie Yunus (Dokumentasi/Puspen Mabes TNI)

Kondisi Andrie Yunus

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan, kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus buntut insiden penyiraman air keras, beberapa waktu lalu.

Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara mengatakan, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah kembali pada area bawah sklera mata kanan.

"Selama perawatan dalam tiga hari terakhir, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen, yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya," kata Yoga, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan evaluasi tersebut, lanjutnya, tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan mata Andrie Yunus.

Adapun pada hari Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, Yoga mengatakan, Andrie Yunus menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di kamar operasi Kencana. 

Pada tindakan ini, jelasnya, tim mata melakukan pemindahan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung mata. 

"Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal," jelasnya.

Baca juga: Kejanggalan Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais TNI Imbas Andrie Yunus, Usman Hamid: Apa Perannya?

KORBAN PENYIRAMAN AIR KERAS - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat usai menghadiri kegiatan diskusi di kantor YLBHI, Kamis (12/3/2026) malam. (Tribunnews Bogor/Tribunnews.com/Tribunnews.com)

Selama tindakan berlangsung, Yoga menuturkan, juga ditemukan adanya penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan, yang terjadi sebagai dampak dari proses inflamasi yang masih berlangsung. 

Sehingga, katanya, untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan.

"Saat ini, fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut," pungkasnya.

Yoga mengatakan, RSCM berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien. 

Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini.

"Kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Aulia dalam konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

Namun, Aulia enggan mengungkapkan siapa sosok yang menggantikan Yudi untuk menjadi Kabais TNI.

Baca juga: Letjen Yudi Abrimantyo Lepas Jabatan Kabais TNI, Kapuspen Bungkam soal Status Hukum, Dicopot Paksa?

KORBAN PENYIRAMAN AIR KERAS - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat usai menghadiri kegiatan diskusi di kantor YLBHI, Kamis (12/3/2026) malam.
KORBAN PENYIRAMAN AIR KERAS - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat usai menghadiri kegiatan diskusi di kantor YLBHI, Kamis (12/3/2026) malam. (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Aulia juga enggan memberikan penjelasan lebih lanjut saat ditanya apakah penyerahan jabatan ini berarti Letjen Yudi resmi dicopot.

"Terima kasih," ujar Aulia singkat sembari meninggalkan ruangan konferensi pers.

Adapun empat prajurit TNI diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras kepada Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Seluruh tersangka diketahui bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI.

Saat ini, mereka telah ditahan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI 

Insiden itu terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng.

Podcast yang direkam bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Saat ini Andrie Yunus tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. 

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.

(TribunTrends.com)(Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.