Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Harapan warga korban banjir di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, untuk merayakan Idulfitri di hunian yang layak harus sirna.
Hingga hari kelima lebaran, proyek pembangunan Hunian Sementara (Huntara) ditemukan mangkrak dan ditinggalkan begitu saja oleh para pekerja.
Kondisi memprihatinkan ini ditemukan langsung oleh Staf Khusus Gubernur Aceh (Mualem), Faisal Rizal Hasan, saat melakukan silaturahmi lebaran Idul Fitri 2026 ke pelosok Aceh Timur di Dusun Peulalu, Desa Blang Seunong, baru-baru ini.
Berdasarkan temuan di lapangan, banyak unit Huntara yang progres fisiknya baru mencapai 30 hingga 50 persen.
Alasan di balik berhentinya pengerjaan ini diduga kuat karena ulah kontraktor atau vendor pelaksana yang tidak bertanggung jawab.
"Para pekerja kabur dari lokasi karena gaji mereka tidak dibayar oleh kontraktor. Akibatnya, mereka angkat koper dan membiarkan bangunan terbengkalai," ungkap Faisal Rizal, Kamis (26/3/2026).
Mirisnya, persoalan tidak berhenti di situ.
Faisal menerima laporan bahwa para pekerja yang pergi juga meninggalkan tumpukan utang makan dan minum di warung milik warga setempat.
Padahal, pemilik warung tersebut juga merupakan korban bencana yang sedang kesulitan ekonomi.
Meski pemerintah sebelumnya menargetkan seluruh Huntara selesai sebelum lebaran, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Faisal menjelaskan bahwa di beberapa dusun, material bangunan hanya digeletakkan begitu saja, bahkan ada yang baru berupa rangka baja tanpa kelanjutan.
"Masyarakat di sini terpaksa masih tinggal di tenda-tenda lusuh dan membangun rumah darurat dari kayu sisa bekas banjir. Kondisi mereka masih sangat menderita, persis seperti saat awal bencana terjadi. Belum ada perubahan signifikan," tegasnya.
Baca juga: Lebaran di Tengah Keterbatasan, Penyintas Banjir Aceh Utara Masih Bertahan di Huntara dan Mengungsi
Mengingat proyek Huntara ini berada di bawah naungan dan pengawasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Faisal meminta otoritas terkait untuk segera turun tangan. Ia mendesak agar ada tindakan tegas terhadap vendor-vendor nakal yang telah menyengsarakan masyarakat.
"Saya mohon kepada Pimpinan, baik Pak Bupati, Pemerintah Aceh, maupun BNPB, segera ambil sikap. Tolong Satgas Nasional dan Satgas Khusus Pemulihan lihat langsung kondisi di Blang Seunong. Jangan biarkan kontraktor nakal bermain-main dengan hak para pengungsi," pungkas Faisal.