TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pembangunan konektivitas infrastruktur jalan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah Sarawak, Malaysia menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda perekonomian di wilayah perbatasan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Upaya mempererat hubungan bilateral ini ditandai dengan kunjungan delegasi Malaysia yang membawa rombongan besar ke wilayah perbatasan RI Malaysia di Kayan Hulu, Kabupaten Malinau.
Pertemuan yang berlangsung di Lohong Nawang tersebut dihadiri langsung oleh Timbalan Menteri Digital Malaysia dari Sarawak, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong dalam Rapat Koordinasi perwakilan dua negara di Balai Adat Long Nawang pada Rabu (26/3/2026).
Wakil Bupati Malinau Jakaria menyampaikan sebagai momentum penting dalam memperhatikan hubungan baik yang telah terjalin lama, bahkan sebelum negara republik terbentuk.
Baca juga: PLBN Long Nawang Malinau Kaltara Belum Difungsikan, Pemerintah Diminta Percepat Koordinasi 2 Negara
Jakaria mengatakan, wajar jika Apau Kayan nantinya dimekarkan menjadi daerah otonomi baru karena sudah diperjuangkan sejak periode pertama kepemimpinan daerah guna mendorong pemerataan pembangunan.
"Sebetulnya sudah beberapa tahun dalam proses untuk pemekaran wilayah ini menjadi kabupaten yang sudah diperjuangkan sejak periode pertama dan kita selalu mendorong untuk percepatan pemerataan pembangunan wilayah Kaltara ini sampai ke wilayah perbatasan Malaysia," ujar Jakaria.
Pemkab Malinau menilai pemekaran wilayah sangat krusial dilakukan mengingat luasnya wilayah administrasi yang sulit dijangkau akibat keterbatasan sarana komunikasi dan jalan.
Saat ini, satu-satunya akses jalur darat menuju Apau Kayan harus melewati Kalimantan Timur dengan waktu tempuh perjalanan mencapai empat hari melalui jalur sungai dan darat yang cukup berat.
Sinkronisasi antara Indonesia dan Malaysia dalam membangun infrastruktur di kedua sisi perbatasan diharapkan dapat mempercepat perkembangan dua wilayah yang saling berdekatan tersebut.
Jakaria juga menitipkan pesan kepada perwakilan pemerintah Malaysia agar pembangunan fisik di titik lintas batas negara dapat diselaraskan dengan fasilitas yang telah dibangun pemerintah Indonesia.
"Kami harap sekali pak menteri bisa mempercepat PLBN di wilayah Malaysia karena tadi sudah dilewati PLBN Indonesia sudah siap dan membangun akses komunikasi jalan untuk bisa dipercepat supaya lintas batas masyarakat kita ini bisa lebih tertib administrasi," katanya.
Pemkab Malinau meyakini melalui kolaborasi di bidang teknologi, komunikasi, dan informasi, peluang ekonomi di beranda negara akan semakin terbuka luas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
(*)
Penulis : Mohammad Supri