Stok BBM Indonesia Aman 20 Hari di Tengah Konflik Iran-AS, Pertamina Rencanakan Impor dari Afrika
Amirullah March 26, 2026 01:36 PM

SERAMBINEWS.COM – Situasi geopolitik di Timur Tengah yang makin memanas, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat bersama Israel, mulai memicu kekhawatiran soal pasokan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di tengah kecemasan itu, Pertamina akhirnya buka suara.

Mereka memastikan kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional masih dalam batas aman.

Komisaris Pertamina, Hasan Nasbi, mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri pertemuan di kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).

Menurut Hasan, sebagai operator di lapangan, Pertamina tetap bergerak mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah dalam menjaga distribusi energi tetap stabil.

Ia memastikan bahwa sejauh ini stok BBM Indonesia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, setidaknya hingga 20 hari ke depan.

Meski begitu, situasi global tidak bisa diabaikan. Lonjakan harga minyak dunia mulai terasa sebagai imbas langsung dari ketegangan di kawasan Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda.

Baca juga: BTN Umumkan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan, Ini Objek Lokasi Lelangnya

Namun, Hasan menegaskan satu hal yang cukup menenangkan: hingga saat ini pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM di tingkat konsumen.

Di sisi lain, pemerintah juga tidak tinggal diam. Sejumlah langkah antisipasi tengah disiapkan untuk mengurangi risiko gangguan energi.

Salah satunya, opsi mengaktifkan kembali skema Work From Home (WFH) bagi sektor tertentu.

"Pemerintah selalu mengupayakan antisipasi jauh-jauh hari, jadi masyarakat tidak perlu panic buying," imbau Hasan Nasbi sebagaimana dikutip dari TribunSolo.

Sebagai langkah strategis, Pertamina juga mulai menjajaki peluang untuk mengalihkan sumber pembelian BBM di luar negara-negara Timur Tengah yang kini tengah bergejolak.

Wilayah Afrika dan Amerika Serikat (AS) menjadi target utama sebagai alternatif pemasok energi nasional di masa depan.

Baca juga: Stok BBM Filipina Sisa 45 Hari, Status Darurat Energi Ditetapkan, Apa Konsekuensinya?

Langkah ini diambil berkaca pada kondisi global, di mana beberapa negara seperti India mulai mengalami fenomena panic buying akibat kekhawatiran akan menipisnya cadangan energi dunia.

Hasan meyakini dengan mitigasi yang tepat, potensi krisis energi di Indonesia dapat diminimalisir dengan baik oleh pemerintah.

(Serambinews.com/Tribunnewsmaker.com/ Wartakotalive)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.