SRIPOKU.COM - Kisah perkenalan Dwintha Anggary (37), cucu komedian legendaris Mpok Nori, dengan pria asal Irak bernama Fuad akhirnya terungkap.
Keduanya diketahui pertama kali bertemu saat sama-sama bekerja di Malaysia beberapa tahun lalu hingga kemudian menjalin hubungan dan menikah secara siri.
Namun hubungan tersebut berakhir tragis.
Dwintha Anggary ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Ia diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Fuad.
Saat ditemukan, korban mengalami luka sayatan di bagian leher.
Dikutip dari Insertlive, kakak korban, Diah, mengungkapkan bahwa awalnya sang adik pergi ke Malaysia karena diajak oleh bibinya untuk bekerja di negara tersebut.
Di sanalah ia kemudian berkenalan dengan Fuad.
"Dulu adik saya kan diajak bibi saya ke Malaysia kerja, ceritanya. Nah, terus ketemu sama dia. Dia itu kalau nggak salah dari Irak, pas ada perang," ucap Diah di kawasan Jakarta Timur pada Senin (23/3/2026).
Diah menjelaskan, Fuad datang ke Malaysia karena mendapat pekerjaan bantuan ketika negaranya sedang dilanda konflik.
Pertemuan di negara tersebut akhirnya membuat keduanya saling mengenal hingga menjalin hubungan.
"Nah dia jadi kayak yang diperbantuan untuk datang ke Malaysia gitu. Ketemulah sama adik saya di situ," lanjutnya.
Selama menjalani rumah tangga secara siri, keluarga mengaku tidak pernah mengetahui adanya tindakan kekerasan yang dialami korban.
Diah mengatakan sang adik tidak pernah bercerita mengenai perlakuan kasar dari suaminya.
Meski begitu, menurutnya, pasangan tersebut terkadang terlibat pertengkaran kecil sebagaimana hubungan rumah tangga pada umumnya.
Di mata keluarga, Fuad bahkan terlihat cukup menyayangi korban sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Baca juga: Sampai Keguguran, Penderitaan Cucu Mpok Nori Selama Dinikahi WNA Irak Bocor, Keluarga Minta Keadilan
Sebelumnya peristiwa tragis yang menimpa Dewhinta Anggary (37), cucu seniman Betawi Mpok Nori, mengungkap dugaan tekanan dan pengawasan yang dialami korban di rumahnya sebelum akhirnya ditemukan tewas.
Di lingkungan keluarga, Anggi dikenal sebagai pribadi yang penurut, penyayang, dan murah senyum.
Kakaknya, Dian Puspitasari (40), menyebut Anggi sebagai sosok yang selalu mengalah, bahkan ketika mendapat teguran.
"Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia cuma nyengir saja, murah senyum orangnya," kenang Dian.
Selain itu, Anggi juga dikenal dekat dengan anak-anak di keluarganya.
Sifatnya yang lembut membuatnya mudah berinteraksi dan menjalin kedekatan dengan para keponakannya.
Namun, kehidupan rumah tangganya dengan mantan suami siri, FD (49), menyimpan persoalan yang kemudian berujung pada perpisahan.
Setelah ditalak pada awal Februari 2026, Anggi memilih tinggal sendiri di rumah kontrakan.
Meski telah berpisah, pelaku diduga masih berada di sekitar tempat tinggal korban untuk mengawasi aktivitasnya.
Keluarga menilai, perubahan aktivitas Anggi sejak bekerja dan memiliki lebih banyak interaksi sosial diduga memicu kecemburuan dari pelaku.
"Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu," ujarnya.
Dian juga mengungkap bahwa selama ini Anggi seolah dibatasi ruang geraknya, termasuk dalam berinteraksi dengan orang lain.
Kontak terakhir keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB, sebelum komunikasi terputus karena kesibukan menjelang Lebaran.
Dian sempat bertemu Anggi pada hari yang sama saat hendak ke pasar.
Namun, ia baru menyadari bahwa pada momen tersebut pelaku diduga berada di belakang dan membuntuti korban.
Peristiwa ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas korban telah dipantau sebelum kejadian tragis tersebut terjadi.