TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Emosi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninggi saat mendapati mendapati enam anak usia sekolah dasar (SD) berboncengan menggunakan sepeda listrik dan sepeda motor.
Kejadian itu terjadi saat KDM, saapaan Dedi Mulyadi tengah melintasi kawasan Subang, Jawa Barat belum lama ini.
Tiga bocah perempuan berboncengan menaiki sepeda listrik dan tiga bocah laki-laki berboncengan menaiki sepeda motor.
Kesal melihat tindakan yang sangat berisiko tersebut, Dedi Mulyadi memberikan teguran keras hingga ancaman tidak naik kelas bagi para bocah SD tersebut.
Peristiwa ini bermula saat Dedi Mulyadi tour menggunakan sepeda motor ke desa-desa untuk melakukan sidak dan menjamah jalan yang rusak.
Masih di kawasan Subang, Dedi Mulyadi mendapati sejumlah anak-anak di bawah umur mengendarai kendaraan motor yang berpotensi membahayakan.
Betapa terkejutnya Dedi Mulyadi mendapati ada enam bocah yang melanggar aturan lalu lintas tersebut.
Mulanya, Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM itu menghentikan tiga bocah SD perempuan berboncengan mengendarai sepeda lis trik.
Baca juga: Tinjau Lokasi Longsor di Sumedang Jawa Barat, KDM Kaget Dengar Pengakuan Pangatur Lalu Lintas
Dedi Mulyadi pun sampai geleng-geleng kepala dan menegurnya.
“Kamu itu masuk sekolah belajar. Boleh enggak begini?" tegur Dedi Mulyadi tegas, dikutip dari tayangan Youtube-nya, Kamis (26/3/2026).
Dedi menegur bocah SD itu karena melanggar lalu lintas telah mengendarai motor padahal masih di bawah umur.
Dengan polos, beberapa bocah SD itu mengakui kesalahannya tersebut.
Dedi Mulyadi pun memberikan ancaman bahwa orang yang melanggar agar tidak naik kelas.
KDM Kesal
Tak sampai di sana, pada saat bersamaan Dedi Mulyadi juga memergoki tiga bocah SD laki-laki berboncengan mengendarai satu sepeda motor.
Sejumlah bocah itu rata-rata masih berusia sekolah dasar dan duduk di bangku kelas 4 SD hingga kelas 6 SD di Curug Agung, Subang.
Saat ditegur, tiga bocah SD laki-laki itu mengaku tidak tahu pelanggaran yang telah diperbuatnya.
Sontak hal itu membuat Dedi Mulyadi kesal.
“Kamu gak tahu pelanggaran? Kamu naik motor gak pake helm, belum punya SIM,” tegurnya.
Kemudian, Dedi Mulyadi berseloroh bahwa dirinya akan menindak tegas kepada seluruh sekolah di Jawa Barat.
Ia telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait kebijakan agar para orang tua siswa untuk membuat perjanjian agar anak-anak tidak boleh menggunakan sepeda motor sebelum waktunya.
Ia pun meminta sejumlah bocah SD itu berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Dedi Mulyadi memberikan edukasi bahwa pembangunan jalan agar dipergunakan masyarakat dengan baik.
Dedi Mulyadi pun kesal karena merasa pembangunan jalan yang dibuatnya pun sia-sia.
“Jalan pengen dibagusin, kalau begini terus saya gak mau,” ujarnya.
Tak sampai di sana, di wilayah tersebut Dedi Mulyadi juga mendapati 6 orang anak menaiki satu motor.
Alih-alih hanya memarahi, KDM menawarkan solusi edukatif bagi para bocah tersebut.
Mengetahui latar belakang orang tua mereka yang bekerja keras sebagai kuli bangunan dan pengurus ayam, Dedi Mulyadi mengajak mereka untuk lebih produktif membantu keluarga.
Dedi Mulyadi menjanjikan akan membelikan domba untuk anak-anak tersebut dengan syarat mereka harus berhenti membawa motor dan beralih menjadi penyabit rumput atau "ngarit" untuk mengurus ternak.
"Saya rubah kamu dari anak yang keluyuran pakai motor menjadi anak yang rajin nyabit rumput bantu orang tua," ujar Gubernur Jabar itu saat menuntun para bocah tersebut mengucap sumpah di bawah janji setia untuk berubah.
Dedi Mulyadi berharap aksi ini menjadi peringatan bagi orang tua lainnya di Jawa Barat agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor demi keselamatan nyawa mereka.(*)