BREAKING NEWS: Lab Kontainer PCR Sulbar Dibobol Maling 2 AC dan 1 Laptop Raib Kerugian Rp30 Juta
Ilham Mulyawan March 26, 2026 05:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Laboratorium Kontainer Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sulawesi Barat (Sulbar) dibobol maling, Kamis (26/3/2026). 

Kepala Labkesda Sulbar, Hj. St. Mujibah Ahmad, mengonfirmasi aksi pencurian ini baru diketahui pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.41 WITA.

Kejadian terungkap saat Kepala Dinas Kesehatan sedang melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kondisi fasilitas Labkesda. 

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan di Sulbar Bisa Dapat Emas 5 Gram

Baca juga: Buntut Perkelahian Pengunjung, Pemdes Tumbu Mamuju Tengah Tutup Sementara Area Wisata

Saat memeriksa area laboratorium kontainer, petugas mendapati pintu dalam kondisi tidak terkunci.

"Kami panik semua pada saat itu. Ternyata setelah diperiksa, lab dibobol," ujar Mujibah saat ditemui di Kantor Labkesda Sulbar, Jl RE Martadinata, Keluruhan Simboro, Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, Kamis sore.

Pelaku berhasil menggasak sejumlah aset penting yang berada di dalam kontainer hibah BNPB tahun 2021 tersebut. 

Barang yang hilang meliputi 2 unit AC dan 1 unit laptop (berisi aplikasi khusus pemeriksaan PCR).

Insiden ini mengakibatkan kerugian materiil hingga Rp30 juta dan hilangnya data aplikasi penting.

"Ada aplikasi khusus di dalam komputer (laptop) itu untuk pemeriksaan PCR. Pelaku mencoba mengambil dua laptop, tapi hanya satu yang berhasil dibawa," lanjutnya. 

Rusak Pakai Linggis

Modus operandi pelaku dengan merusak pintu dengan linggis.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pelaku diduga masuk secara paksa dengan merusak fisik kontainer menggunakan alat berat.

"Kalau saya lihat caranya, dia memakai alat besi, seperti melingis. Caranya betul-betul rusak sampai bagian besinya terbuka. Dia mencoba di pintu pertama tidak berhasil, lalu berhasil di pintu kedua," jelas Mujibah.

Polisi telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kami sudah lapor polisi dan sudah diperiksa. Kami juga susah diizinkan untuk masuk," jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.