Pelintas Minta Percepat Pembangunan Jembatan Kutablang, Waktu Banyak Tersita untuk Antre
Nurul Hayati March 26, 2026 07:35 PM

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Para pelintas khususnya para pemudik, arus balik maupun kunjungan silaturahmi lebaran mengalami masalah saat melintasi jembatan Kutablang Bireuen maupun jalur alternatif jembatan Awe Geutah – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan.

Selain macet juga antrean panjang, tambahan waktu di jalur alternatif.  

Melintasi jembatan Kutablang sering terjadi kemacetan, menempuh jalur alternatif selain jauh juga kendaraan harus melambat dan debu jalan.  

Hadin Tambunan, seorang warga Sibolga dengan kendaraan Avanza yang hendak melakukan kunjungan lebaran dari Sibolga ke Banda Aceh bersama keluarganya berjumlah delapan orang yang sedang melintas jalur alternatif, Kamis (26/3/2026) mengaku perjalanan di Bireuen susah.

Susahnya ada antrean di jembatan Kutablang dan kendaraan dialihkan ke jalur alternatif.

Menjawab Serambinews.com sebelumnya ia mengetahui tentang kondisi jembatan Kutablang yang putus dan sering macet karena dalam perbaikan setelah dihantam banjir.

Hadin mengaku Aceh juga banjir besar.

Ia tidak mengetahui di Aceh terjadi kemacetan, terutama di jembatan Kutablang dan setiba di Kutablang baru
tahu kondisinya.

“Ya macet rupanya, kami dialihkan agar lancar, waktu tersita juga di jalur ini,” ujarnya. 

Baca juga: Jembatan Kutablang Macet Panjang, Jalur Awe Geutah Lancar

Hadin mengaku tidak tahu betul sebelumnya, setiba di kawasan tersebut ada antrean panjang dan rupanya macet.

Petugas Satlantas mengalihkan ke jalur lain.

Dalam mobil Avanza yang dikendarainya penuh penumpang, ada ibu-ibu dan anak-anak.

Hadin mengaku susah dan menghabiskan waktu 1 jam di lintasan jalur alternatif.  

“Kami hendak ke Banda Aceh, kunjungan lebaran,  semuanya ada delapan orang, cuaca panas dan lama di jalur ini,” ujarnya. 

Dampak pengalihan katanya, waktulah sangat tersita dan berharap jembatannya cepat diselesaikan agar perjalanan para pengendara berjalan lancar.  

Di jembatan Awe Geutah katanya, lancar, laju kendaraan harus melambat karena banyak melintas.

“Jembatan Kutablang macet, jalur alternatif jauh sekali, tersita waktu lama,” ujarnya dengan logat khas Medan. 

Arus kendaraan  kawasan jembatan Kutablang Bireuen yang sudah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan kendaraan dari arah Medan ke Awe Geutah Paya Teupin Reudeup Peusangan Selatan tetap terjadi antrean panjang karena banyaknya kendaraan arus balik maupun kunjungan lebaran. 

Antrean panjang dari arah Banda Aceh ke jembatan tersebut mencapai 2 Km lebih terjadi antara pukul 14.00 - 23.00 WIB malam.

Sedangkan kondisi pukul 08.00 WIB sampai siang antrean hanya sekitar 100 sampai 200 meter lebih.

Pada jembatan rangka baja Krueng Tingkeum Kutablang, Bireuen sering diberlakukan sistem buka tutup. 

Buka tutup selain disebabkan terjadi antrian panjang juga sering dilakukan perbaikan.  

Perbaikan umum melakukan penjelasan pada lantai jembatan dikarenakan ada yang patah, bergeser dari dudukannya disebabkan banyaknya kendaraan melintas dan juga truk melebihi tonase yang dibenarkan melintas.

Ada perbaikan yang hanya butuh waktu 1 jam ada juga sampai tiga jam.

Perbaikan pada lantai yang rusak untuk mencegah terjadinya kecelakaan bagi pelintas. 

Ketika ada perbaikan para pelintas arus balik maupun kunjungan lebaran dari arah Banda Aceh ke Medan harus bersabar untuk melintasi jembatan tersebut yang merupakan salah satu jalur lintasan Banda Aceh. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.