BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perkembangan digital yang pesat membuat sebaran informasi dari berbagai sumber, menjadi perhatian khusus guna menghindari munculnya informasi hoax, Kamis (26/3/2026).
Kondisi tersebut membuat dua narasumber berkompeten yakni Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Bangka Belitung Budi Utama dan tokoh masyarakat sekaligus staf khusus Gubernur Ahmadi Sofyan hadir di podcast ruang Berdaya Bangka Pos.
Mengangkat tema menguatkan kohesi sosial di era digital, peran Kominfo dan tokoh masyarakat di Bangka Belitung menjadi poin penting dalam menyaring informasi. Budi Utama mengatakan setiap informasi ataupun kejadian di zaman digital, dapat diterima ataupun diakses dengan cepat oleh masyarakat.
Untuk itu Diskominfo Provinsi Bangka Belitung tahun ini pun merencanakan tagline "Bangka Belitung Cakap Digital".
Budi Utama mengatakan langkah tersebut dilakukan, dikarenakan adanya potensi masyarakat menerima hoax ataupun disinformasi.
"Harus ada verifikasi, ada klarifikasi, sehingga tinggal masyarakat yang menelannya seperti apa. Jadi jangan sampai muncul asumsi-asumsi, kalau misalkan kita bicara dengan derasnya informasi," jelasnya.
Melalui bidang Informasi Komunikasi dan Publikasi Diskominfo Bangka Belitung, pihaknya akan mengumpulkan anak-anak muda yang tergabung dengan komunitas.
"Jadi mereka ini nanti akan menyebarkan, bahwa kita harus benar-benar bisa menyikapi hal-hal yang ada. Karena Bangka Belitung lewat tangan Pak Gubernur Hidayat Arsani juga sudah mendapatkan prestasi di Indeks Digital Indonesia, itu nomor dua. Jadi dari hal ini artinya Bangka Belitung sudah mulai ada nilai dasar, bagaimana masyarakat kita bisa tanggap digital," bebernya.
Sementara itu Ahmadi Sofyan mengungkapkan, perkembangan teknologi yang tidak bisa dihentikan perlu disikapi dengan bijak.
"Jika kita tidak punya penyaring, maka itu akan menabrak kita. Perubahannya dari sosial budaya atau kulturnya masyarakat. Kalau dulu ada istilah “nampel”, yaitu langsung mendatangi orang secara langsung," kata Ahmadi Sofyan.
Dalam pandangannya, Ahmadi Sofyan menekankan pentingnya budaya silahturahmi yang harus terus terjaga dan ditingkatkan oleh masyarakat.
"Baiknya di Bangka Belitung, alhamdulillah masih banyak momen lebaran. Sehingga kalau lebaran, tidak ada yang namanya hanya melalui media sosial, pasti tetap nampel. Nah itulah baiknya di Bangka Belitung, walaupun bagaimana teknologi informasi berkembang, budaya nampel itu masih ada," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)