Resmi Diakui, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa ke-57 yang Digunakan Vatican News
Nofri Fuka March 26, 2026 05:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, JAKARTA – Bahasa Indonesia resmi digunakan oleh Vatican News, menjadi bahasa ke-57 yang diterapkan di media resmi Tahta Suci Vatikan. 

Keputusan ini disahkan pada Rabu, 25 Maret 2026, melalui penandatanganan kerja sama resmi antara Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Dikasteri Komunikasi Tahta Suci.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, dan Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci, Dr Paolo Ruffini. 

Acara ini disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, serta sejumlah pejabat dan delegasi lainnya dari Gereja dan media Katolik di Indonesia dan Vatikan.

 

Baca juga: Buser Polres Sikka Ciduk Pelaku Pencurian Handpone Iphone 12

 

 

Beberapa pihak yang hadir antara lain Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Rm Petrus Noegroho Agoeng, delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Superior Jenderal Kongregasi MSF Rm Agustinus Purnomo, serta pejabat Vatikan asal Indonesia, Rm Markus Solo Kewuta SVD. Dari pihak Vatican News hadir Andrea Tornielli (Direktur) dan Massimiliano Menicheti (Kepala Radio Vatican).

Diusulkan Pada Juni 2022

Bahasa Indonesia pertama kali diusulkan untuk digunakan di Vatican News pada Juni 2022 oleh AM Putut Prabantoro dan Lucius Gora Kunjana dari PWKI. Mgr Agustinus Tri Budi Utomo menekankan pentingnya momen ini sebagai tonggak administratif dan simbol persahabatan antara Indonesia dan Gereja universal.

“Penandatanganan Nota Kesepakatan ini membuka jalur langsung menuju informasi Gereja universal bagi umat Katolik Indonesia. Kini, umat Katolik di Indonesia dan Malaysia dapat mendengar suara Bapa Suci dan pesan Gereja universal dalam bahasa ibu mereka sendiri,” kata Mgr Agustinus. 

Ia juga menyoroti sejarah panjang hubungan Indonesia dengan Vatikan, termasuk pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Tahta Suci.

Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci, Paolo Ruffini, menambahkan, “Berbicara dalam bahasa ibu adalah salah satu cara terbaik untuk melayani rakyat Indonesia.”

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyebut momen penandatanganan MoU ini sebagai peristiwa bersejarah bagi Gereja dan rakyat Indonesia. 

Ia menekankan perlunya keseriusan, dedikasi, dan dukungan sumber daya agar implementasi penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News dapat berjalan optimal.

Dengan pengakuan resmi ini, Bahasa Indonesia kini resmi menjadi bagian dari jangkauan komunikasi global Vatican News, memberikan akses informasi Gereja universal secara langsung kepada umat Katolik berbahasa Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.