Ankle Sprain Cedera Umum pada Olahraga: Kenali Penyebab dan Penanganannya
Willem Jonata March 26, 2026 07:33 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cedera engkel atau ankle sprain merupakan salah satu cedera paling umum dalam dunia olahraga.

Olahraga seperti basket, futsal, lari, dan voli memiliki risiko tinggi terhadap cedera ini.

Atlet terkenal yang pernah mengalami cedera ini antara lain Neymar Jr, Eden Hazard, Francesco Totti, serta beberapa atlet Indonesia seperti Insya Fadya Salsabila (futsal), Jonatan Christie hingga Marcus Fernaldi Gideon (Bulutangkis).

Angle sprain terjadi karena beberapa faktor seperti permukaan lapangan yang tidak rata, penggunaan sepatu olahraga yang kurang mendukung, kelemahan otot-otot stabilisator di sekitar pergelangan kaki maupun riwayat cedera engkel sebelumnya.

“Tanpa rehabilitasi yang tepat, ankle sprain beresiko kambuh dan berkembang menjadi masalah kronis,” ujar Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Premier Bintaro dr. Chikih Sp.KO di Jakarta ditulis Kamis (26/3).

Baca juga: Pilihan Olahraga Ringan dan Nutrisi Tepat saat Hadapi Arus Balik Lebaran 

Adapun gejala yang muncul saat mengalami cedera engkel adalah nyeri saat menapak atau memutar pergelangan kaki, pembengkakan dan memar di sekitar mata kaki, keterbatasan gerak dan rasa tidak stabil hingga kadang ada bunyi “krek” saat cedera terjadi.

Lebih jauh terkait, Dokter Chikih menjelaskan ada tiga derajat keparahan cedera engkel.

Derajat 1 peregangan ringan tanpa robekan ligamen, dengan nyeri minimal, kemudian derajat 2 robekan sebagian ligamen, disertai pembengkakan dan nyeri sedang serta derajat toga yaitu robekan total ligamen, menyebabkan nyeri berat dan ketidakstabilan signifikan

Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan dapat dibantu dengan USG atau MRI.

Penanganan awal mengikuti cedera engkel pada prinsipnya adalah RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) yang meliputi istirahat dan hindari aktivitas yang memberi beban pada engkel, kompres dingin selama 15–20 menit beberapa kali sehari, menggunakan pembalut elastis atau ankle support serta menjaga kaki tetap lebih tinggi saat beristirahat

Kapan Harus ke Dokter?

Saat mengalami nyeri dan pembengkakan tidak membaik dalam 3 hari, engkel terasa longgar atau goyah saat berjalan maupun sulit menapak atau menanggung beban pada kaki, segera periksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat atau mengunjungi

Penanganan yang cepat dan tepat dapat mempercepat pemulihan sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang.

Saat mengalami cedera ini, pasien ditangani tim dari dokter spesialis kedokteran olahraga, ortopedi maupun fisioterapis. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.