TRIBUNPADANG.COM - Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Kamis (26/3/2026) pagi di tengah ancaman Prakiraan Cuaca Gunung Marapi yang berpotensi hujan.
Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengonfirmasi bahwa letusan tersebut terjadi pada pukul 08.28 WIB dan 09.56 WIB.
Meski ketinggian kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut, getaran gempa letusan terekam jelas pada seismogram dengan durasi maksimal 27 detik.
Kondisi erupsi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi masyarakat, terutama dengan adanya rilis terbaru mengenai Prakiraan Cuaca Gunung Marapi dari BMKG Minangkabau.
Berdasarkan data cuaca, terdapat potensi hujan ringan yang akan mengguyur wilayah lereng timur pada sore hari nanti.
Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Kabupaten Solok: Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Dini Hari Hujan Ringan
"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," kata Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya.
Kondisi air hujan ini berisiko membawa material vulkanik sisa erupsi menuju aliran sungai di bawahnya.
Dalam rilis Prakiraan Cuaca Gunung Marapi, terdapat dua wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan ringan.
Wilayah tersebut adalah Kecamatan Salimpaung dan Kecamatan Sungai Tarab yang berada di sisi timur lereng gunung.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Pariaman 26 Maret 2026: Pagi Cerah, Siang Hingga Malam Didominasi Cuaca Berawan
Kondisi air hujan ini berisiko membawa material vulkanik sisa erupsi menuju aliran sungai di bawahnya.
Pihak BMKG memberikan peringatan khusus bagi warga yang beraktivitas di dua area tersebut.
"Harap diperhatikan bahwa Kecamatan Sungai Tarab diprediksi mengalami hujan ringan pada pukul 16.00 WIB. Tetap waspada ya, Sanak!" tulis laporan resmi BMKG Minangkabau.
Berikut daftar lengkap kondisi cuaca di 11 wilayah sekitar Gunung Marapi:
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi jalanan licin di lereng gunung dan terus memantau pembaruan Prakiraan Cuaca Gunung Marapi.(*)