Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Kebakaran melanda dua unit rumah warga di Desa Gunung Alam, Kecamatan Tubei, pada Kamis (26/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB saat sebagian besar warga masih tertidur.
Api dengan cepat membesar hingga meludeskan dua unit rumah tersebut.
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar, menyampaikan bahwa kebakaran menghanguskan rumah milik Samidi (75) dan Rison (50), yang keduanya berprofesi sebagai petani.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kedua rumah mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni.
"Betul ada kebakaran, dua unit rumah yang bersebelahan, ludes terbakar," sampai Syaiful saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Kamis siang.
Kronologi Kejadian
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Samidi saat ia dan istrinya terbangun dari tidur akibat suara kucing yang terjatuh dari atap rumah.
Mendengar suara kucing yang ribut, korban lantas bergegas keluar dari kamarnya.
Saat keluar dari kamar, Samidi melihat api sudah menyala di bagian dinding dapur rumahnya.
Menyadari kondisi tersebut, ia bersama istrinya segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus meminta bantuan warga sekitar.
Sayangnya, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah milik Rison yang berada di dekatnya.
Kedua bangunan yang terbuat dari material papan kayu mempercepat penyebaran api.
"Jadi api pertama dari rumah korban Samidi, kemudian membesar dan menyambar rumah milik korban Rison," lanjutnya.
Upaya Pemadaman dan Penanganan
Petugas dari Polsek Lebong Atas segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengumpulan data.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan PLN setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB setelah tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, dibantu oleh masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik (korsleting).
Hal ini diperkuat dengan kondisi instalasi listrik di rumah korban yang menggunakan kabel jenis serabut.
"Diduga korsleting listrik, namun masih kita dalami lagi penyebabnya," ungkap Syaiful.
Kondisi Korban Pasca Kejadian
Pasca kebakaran, kedua korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta bendanya.
Saat ini, mereka sementara waktu mengungsi di rumah keluarga terdekat.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.
"Untuk kedua korban sekarang mengungsi di rumah keluarganya, harta bendanya ludes terbakar," sampai Syaiful.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa.
Menurut data, kebakaran yang disebabkan oleh korsleting arus listrik masih sangat tinggi terjadi.
Hampir sebagian besar kasus kebakaran di Kabupaten Lebong disebabkan oleh korsleting arus listrik.
Oleh karena itu, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih aware terhadap kabel-kabel kelistrikan yang ada di rumahnya.
"Kami menghimbau masyarakat untuk memperhatikan dan rajin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, ini untuk mencegah kejadian serupa," tutup Syaiful.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini