Alasan Pelaku Membunuh Dokter Shanti di Gayo Lues, Sumpal Mulut Korban Pakai Jilbab
Khistian Tauqid March 26, 2026 03:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Akhirnya terungkap motif pelaku pelaku berinisial D yang membunuh dokter Shanti Hastuti (45) di Desa Raklunung Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Korban merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Puskesmas Pintu Rime, Desa Uring, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.

Dokter Shanti ditemukan oleh adik kandungnya di lantai dua kamar rumah dengan kondisi tangan diikat kebelakang mengunakan kabel listrik dan mulut disumpal dengan kain berwarna hitam berupa jilbab, pada Sabtu (21/3/2026).

Kuat dugaan korban sudah meninggal sejak lima hingga tujuh hari sebelum ditemukan oleh adik kandungnya.

Pihak kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku pembunuhan yang ternyata tetangga korban.

Tersangka D mengakui perbuatannya dan mengungkap motif membunuh Dokter Shanti.

Ternyata pelaku melancarkan aksi kejinya karena korban mengetahui aksi pencurian yang dilakukan pelaku. 

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo membeberkan pengakuan tersangka D yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Tersangka D mengaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 04.00 WIB menjelang sahur untuk mencuri barang berharga.

Tak disangka, korban yang terbangun dari tidur dan memergoki tersangka D.

Hingga akhirnya tersangka D mencekik leher korban dan menutup mulutnya menggunakan kain.

Baca juga: Pengakuan Keji Pelaku Pembunuhan Dokter Shanti di Gayo Lues, Cekik lalu Sumpal Mulut Korban

Beberapa barang berharga milik korban digondol tersangka mulai dari laptop, sepeda motor, hingga perhiasan.

Tersangka D lalu melarikan diri ke Kutacane, Aceh Tenggara, untuk menghilangkan jejak.

"Kini ada beberapa barang berharga milik korban dilaporkan hilang dibawa kabur oleh pelaku tersebut, bahkan tim sedang bekerja keras di lapangan, mohon doa dan dukungan dari masyarakat dan keluarga agar bersabar," tuturnya.

Penyidik masih mendalami kasus ini untuk mengungkap kronologi pembunuhan.

Ketua IDI Cabang Gayo Lues Junaidi mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menangkap pelaku pembunuhan.

"Saya bersama pengurus IDI mengapresiasi, Polri khususnya jajaran Polres Gayo lues yang dibantu oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh, telah berhasil mengusut dan menangkap tersangka pembunuhan seorang dokter di kabupaten itu."

"Semoga pelaku diberi hukuman yang seberat-beratnya, agar kedepan tidak ada lagi kasus serupa apalagi terhadap tenaga kesehatan," tandasnya.

Semasa hidup, korban dikenal sebagai dokter senior yang bertanggung jawab terhadap profesinya.

"Bukti kecintaannya ini dibuktikan dengan menjadi seorang dokter di Puskesmas Pining sebelum di pindah tugaskan ke Puskesmas Pintu Rime desa Uring, selalu aktif memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama ini," katanya.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.