Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan para orang tua bahwa pengaturan jadwal dan rute kepulangan harus dikelola dengan baik agar tidak melelahkan bagi anak-anak untuk kembali bersekolah setelah libur Lebaran.

"Masa liburan panjang akan segera berakhir, menandakan tibanya waktu bagi anak-anak untuk bersiap kembali ke bangku sekolah maupun pesantren. Bagi mereka yang menggunakan masa liburan hingga hari terakhir, persiapan matang untuk perjalanan arus balik sangatlah krusial," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, hal ini penting, karena faktor kelelahan setelah perjalanan panjang, tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga secara signifikan mempengaruhi kondisi psikologis dan mental anak saat dihadapkan kembali pada rutinitas belajar.

Jasra Putra mengatakan keluarga yang menggunakan transportasi umum, seperti kereta api dan pesawat, cenderung memiliki risiko kemacetan yang lebih minim.

Namun, bagi pengguna jalur darat, KPAI mengimbau agar masyarakat senantiasa memperhatikan saran petugas di lapangan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi arus balik yang aman, nyaman, dan lancar.

Secara umum, KPAI melihat penyelenggaraan mudik tahun ini berjalan dengan baik. Meski demikian, KPAI mengingatkan agar para petugas di lapangan tidak lengah.

"Potensi kepadatan arus balik lalu lintas di hari-hari terakhir libur tetap memerlukan rekayasa dan langkah antisipatif untuk mengurangi faktor kelelahan pada masyarakat, khususnya anak-anak," kata Jasra Putra.

Berdasarkan jadwal libur sekolah Lebaran 2026, pemerintah menetapkan satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, hingga SMA/sederajat libur dua pekan sejak 16 Maret hingga 27 Maret 2026.

Selanjutnya, para siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada Senin (30/3).