BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga kini tetap lancar.
Pantauan, Kamis (26/3/2026), akivitas di tiga SPBU di Kota Pelaihari tetap normal seperti sebelumnya. Tak ada antrean, pengendara lancar mengisi BBM.
Begitu pula di SPBU di luar Kota Pelaihari, seperti di SPBU 63 708 01 di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar. SPBU ini berada di tepi Jalan A Yani, di jalur Pelaihari-Kintap yang juga arah ke kabupaten tetangga; Tanahbumbu, Kotabaru, Kaltim (Grogot, Penajam).
Pengelola SPBU 63 708 01 Tajaupecah H Junaidi menerangkan pelayanan tetap lancar seperti biasanya, baik pada momen libur lebaran maupun pascalibur lebaran.
Ia menerangkan dalam sehari, pengendara (1 kendaraan bermotor) mendapatkan kesempatan dua shift mengisi BBM di SPBU Tajaupecah.
Baca juga: BREAKING NEWS- Kecelakaan di Tikungan Limau Gulung Pabahanan Tanahlaut, 2 Pengendara Terluka Parah
Baca juga: Penanda Gerbang Pelaihari di Gunung Kayangan Tanahlaut, Simbol Ikonik serta Pengingat Keselamatan
"Kami isi sesuai kapasitas tangki standar. Misal ada tangki yang dimodifikasi hingga 100 liter, sedangkan standar-nya 50 liter, maka kami isikan 50 liter sesuai tangki standarnya," papar Junaidi.
Langkah ini diterapkan dalam upaya kelancaran bersama agar BBM dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat (pemilik kendaraan bermotor).
"Dibatasi apabila ada indikasi yang mulai menumpuk. Apabila tidak ada indikasi, maka diisikan sesuai volume tangki yang standart dan setiap shift hanya satu kali pengisian diperbolehkan," tandasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan untuk ketersediaan stok BBM di SPBU Saranghalang masih mencukupi seperti biasa.
Salah seorang warga Pelaihari, Rahmadi, mengaku kerap mengisi BBM di SPBU Tajaupecah ketika bepergian ke arah Jorong/Kintap.
Hal itu karena menurutnya pelayanan selalu lancar. Jarang terjadi antrean.
"SPBU-nya juga luas, lapang. Saya selalu lancar ngisi BBM di situ, jadi suka ngisi di SPBU Tajaupecah," ucap pekerja swasta ini.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)