TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Harga bahan pangan di Kabupaten Pelalawan Riau tetap stabil setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah. Belum ada lonjakan yang terjadi hingga Kamis (26/3/2026).
Masyarakat Pelalawan bisa mendapatkan bahan pokok penting dengan harga yang terkendali pascalebaran. Hal itu berdasarkan pantauan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM Pelalawan ke pasar tradisional usai libur panjang lebaran. Pergerakan harga cenderung stagnan dan tak menunjukan kenaikan yang menonjol.
"Alhamdulillah, sejak kemarin kita pantauan sampai hari ini, harga-harga tetap sama. Sebelum dan sesudah lebaran, tak ada kenaikan yang signifikan di pasaran," kata Kepala Diskoperindag Pelalawan, Hanafie kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (26/3/2026).
Dijelaskannya, dari 20 item bahan pokok yang penting bagi masyarakat yang dipantau setiap hari, tidak ada lonjakan harga. Cabai merah dan cabai rawit yang sering naik, masih tetap di harga Rp 45 ribu dan Rp 40 ribu per kilogram. Daging sapi kembali Rp 150 ribu per kilogram dan daging ayam Rp 33 ribu sekilo. Demikian juga minyak goreng, telur, beras, hingga tepung tetap bertahan di harga lama sebelum lebaran.
Baca juga: Karhutla di Pelalawan Andalkan Pemadaman Darat, Heli WB ke Bengkalis dan OMC Mulai April
Selain itu, distribusi sembako dari daerah penghasil tetap masih lancar dan tak ada kendala transportasi setelah Idul Fitri. Kemudian tidak ada kelangkaan komoditas tertentu yang terdeteksi di lapangan. Sehingga semua bahan pangan yang penting bagi warga masih tersedia di tingkat pedagang.
"Aktivitas jual beli di pasar sudah kembali normal setelah libur lebaran. Semua bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat telah tersedia," ungkap Hanafie.
Pihaknya mengapresiasi para distributor, pengecer, maupun pemasok sembako di Pelalawan yang turut bekerja sama dengan Pemda dalam menjaga stabilitas harga maupun ketersediaan bahan pangan. Sehingga daya beli masyarakat tetap normal dalam memenuhi kebutuhan sebelum lebaran.
"Terimakasih atas kerja sama para distributor dan pelaku pasar lainnya. Semoga bisa tetap bertahan dan terjaga sampai lebaran," pungkasnya.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)