Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, angkat bicara terkait penurunan performa timnya dalam beberapa laga terakhir.
Dalam lima pertandingan terakhir, Persebaya hanya mampu meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan tiga kekalahan.
asil tersebut berbanding terbalik dengan performa awal tim saat Tavares pertama kali datang, yang tidak terkalahkan dalam empat laga.
Pelatih asal Portugal itu menilai penurunan performa tim, karena badai cedera.
Banyaknya pemain cedera membuat persaingan di dalam tim tidak berlangsung ketat.
Pemain tidak terpacu untuk terus meningkat dalam latihan, maupun pertandingan.
Pada akhirnya, kurang baik dalam mengambil keputusan, baik dalam bertahan maupun menyerang.
Baca juga: Seusai Libur Lebaran, Persebaya Kembali Berlatih, Bernardo Tavares Sumringah Fisik Pemain Terjaga
Posisi yang kurang pas saat tanpa bola dan saat menguasai bola untuk memberikan solusi bagi rekan setim yang sedang menguasai bola.
"Dan, hal-hal ini hanya bisa kami tingkatkan di masa depan jika kami memiliki persaingan di dalam skuad," kata Bernardo Tavares.
Badai cedera memang melanda Persebaya, terutama untuk pemain depan.
Akibat situasi tersebut. Persebaya harus menjalani empat laga tanpa striker murni. Yang membuat Persebaya benar-benar seret gol.
Hanya mencetak enam gol dari total lima laga. Sementara gawang Persebaya kebobolan 12 gol dari jumlah laga tersebut.
Keroposnya lini belakang tidak lepas absennya sejumlah pemain kunci. Tiga pemain kunci mereka, Risto Mitrevski, Arief Catur, dan Gustavo Fernando tidak luput dari cedera.
Baca juga: Tanggapan Green Nord 27 Soal Penutupan Tribun Utara Stadion GBT oleh Manajemen Persebaya
Sembilan laga sejak bergabung dengan Persebaya, Gustavo Fernando hanya sekali bermain full, tiga laga sisanya bermain setengah babak. Lainnya harus absen.
Total empat pemain asing baru yang didatangkan Persebaya putaran kedua, hanya Jefferson Silva yang konsisten bisa bermain delapan laga secara penuh.
"Sangat penting bagi para pemain yang berlatih untuk merasakan hal itu (persaingan). Oh, jika saya tidak memberikan 200 persen kemampuan saya dalam latihan dan pertandingan, saya akan kehilangan posisi saya," kata Bernardo Tavares.
"Tetapi jika kami memiliki banyak pemain yang cedera dan kami tidak memiliki cukup pemain untuk menciptakan persaingan ini, akan sulit," tambahnya.
Jeda libur lebaran membuat sedikit lega Bernardo Tavares. Deretan pemain cedera, sudah berlatih dengan tim. Meski belum ada jaminan, mereka bisa langsung diturunkan ketika menjamu Persita Tangerang 4 April 2026 mendatang.
"Sekarang fokus kami pada pertandingan menghadapi Persita. Mentalitas itu penting," ucapnya.
"Dan cara terbaik untuk bekerja dan meningkatkan mentalitas adalah dengan bekerja keras dalam latihan. Karena setelah itu mereka akan berkembang dan juga menjadi lebih baik, merasa lebih percaya diri," pungkas Bernardo Tavares.
Persebaya memiliki modal penting menjamu Persita, yaitu kemenangan 0-1 pertemuan putaran pertama ketika bermain di kandang Persita