Iran Hanya Izinkan Kapal dari Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz, AS-Israel dan Sekutunya Dilarang
Ni'amu Shoim Assari Alfani March 26, 2026 07:11 PM

- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.

Perairan tersebut hanya dikecualikan bagi kapal-kapal musuh, yakni Amerika Serikat (AS), Israel, dan sekutunya.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (25/3/2026), Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah zona perang.

Sehingga tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh melewati perairan tersebut.

"Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh dan sekutu mereka melewatinya. Tetapi selat itu terbuka untuk yang lainnya," kata Araghchi.

Araghchi lantas menyinggung anggapan yang berkembang di Barat bahwa Iran hanya sedang menggertak.

Namun, saat ini Iran membuktikan kepada dunia bahwa negaranya berkuasa atas Selat Hormuz.

Araghchi kemudian menyindir AS yang tidak berani memasuki perairan tersebut.

Ia pun bertanya-tanya bagaimana dengan armada negara lain jika Pentagon saja takut.

"Jika armada Amerika sendiri tidak berani memasuki selat itu, bagaimana Amerika mengharapkan armada negara lain, angkatan laut negara lain, untuk mendekat?" tanyanya.

Dalam keterangan terpisah, Araghchi menyebutkan sejumlah negara sahabat yang kapalnya diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Mereka yakni yakni China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan lain-lain yang tidak disebutkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.