Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lombok Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji bersubsidi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan normal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pasca-Hari Raya Idulfitri.
Dari hasil sidak, Disdag menemukan bahwa pasokan elpiji 3 kilogram masih dalam kondisi aman dan penyaluran berlangsung sesuai ketentuan.
Meski demikian, tingginya permintaan menyebabkan elpiji cepat habis di tingkat pangkalan.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, menegaskan kondisi ini bukan disebabkan kelangkaan, melainkan lonjakan pemakaian masyarakat.
Baca juga: Disdag Kota Mataram Jamin Ketersediaan Elpiji 3 Kilogram
“Stok elpiji bersubsidi sebenarnya aman. Penyaluran tetap dilakukan setiap hari dengan volume mencapai 52 ton, bahkan sejak 17 Maret sudah ada penambahan pasokan,” katanya pada Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan penggunaan elpiji dipicu oleh aktivitas rumah tangga yang meningkat selama Lebaran, seperti memasak dan membuat kue.
Hal ini berdampak pada cepatnya perputaran stok di pangkalan.
Berdasarkan koordinasi dengan SPBE Sikur dan Pertamina, distribusi elpiji tetap lancar dan bahkan telah ditingkatkan hingga 50 persen dari biasanya untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
“Pertamina juga sudah melakukan extra dropping hingga 50 persen. Ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Disdag juga memastikan tidak ada praktik penimbunan oleh pangkalan maupun agen.
Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena hal itu justru dapat memperburuk kondisi distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan. Dengan tambahan pasokan ini, kami optimistis harga akan segera kembali normal,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap, melalui pengawasan langsung di lapangan dan sinergi dengan pihak terkait, distribusi elpiji di Lombok Timur tetap terjaga dan kembali stabil.
"Insya allah akan stabil dan tidak langka lagi," pungkasnya.
(*)