SURYA.co.id, BONDOWOSO - Lonjakan wisatawan mewarnai libur Lebaran 2026 di Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Bondowoso.
Jika sebelum Lebaran kunjungan harian hanya sekitar 600 orang, kini angka rata-rata mencapai 1.500 pengunjung per hari.
Puncaknya terjadi pada 23 Maret dengan 1.800 pengunjung.
Tren tingginya pengunjung ini diperkirakan bertahan hingga akhir musim libur sekolah sekaligus Libur Lebaran pada 29 Maret 2026.
Saat ini, pengunjung didominasi oleh wisatawan lokal.
Sementara itu, wisatawan mancanegara dari China, Eropa, biasanya baru ramai berkunjung pada bulan April, Juni, dan Oktober.
Baca juga: TWA Kawah Ijen Kembali Dibuka, Pengelola Ungkap Penyebab Pendaki Sempat Tersesat
"Hari ini saja tiket yang sudah terjual mencapai 1.600," ungkap Ateki Arisandi, Penjaga Situs Kawah Ijen Disparbudpora Bondowoso saat dikonfirmasi SURYA.co.id, pada Kamis (26/3/2026).
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Intan Puspita Dewi, menambahkan, TWA Kawah Ijen tetap menjadi daya tarik utama.
Hal ini terbukti dari jumlah kunjungan yang konsisten melampaui angka 1.000 dari total kapasitas harian 2.000 tiket.
Tingginya antusiasme ini juga membawa dampak positif bagi objek wisata di sekitarnya, seperti Kawah Wurung dan Pemandian Air Panas Blawan.
"Kawah Ijen masih menjadi magnet wisata utama di sini," tambahnya.
Untuk mendukung mobilitas wisatawan, Intan menjelaskan bahwa Disparbudpora telah menambah armada angkutan umum melalui kerja sama dengan Damri.
Jika sebelumnya hanya tersedia 2 kendaraan, kini telah disiapkan 4 armada Damri untuk melayani pengunjung.
Selain itu, meski di kawasan tersebut sudah ada pihak BKSDA, Disparbudpora tetap menempatkan personil tambahan dari penjaga situs Kawah Ijen Bondowoso.
Mereka bersiaga bersama para pelaku UMKM untuk membantu dan mengarahkan pengunjung selama berwisata.
Firman, seorang pengunjung asal Kabupaten Situbondo, memanfaatkan momen ini untuk memboyong sanak saudaranya dari Gresik.
Sebelum mereka kembali dari mudik, Firman mengajak keluarganya mendaki Kawah Ijen.
"Kami berangkat jam 12 malam dari Situbondo dan langsung mendaki pada pukul 03.30 WIB," ujarnya.
Ia memilih wisata gunung agar keluarganya bisa menikmati pemandangan sekaligus berolahraga.
"Saat Lebaran kita banyak konsumsi makanan berlemak, jadi liburan mendaki gunung ini bagus supaya stamina kembali bugar," pungkasnya.