Abrasi Terus Menggerus Pesisir Amarsekaru SBT Sejak 2024, Warga Kian Terancam
Mesya Marasabessy March 26, 2026 06:43 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Ancaman abrasi di Desa Amarsakaru, Dusun Kelsolat, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terus menghantui warga sejak tahun 2024 hingga kini, Kamis (26/3/2026).

Fenomena alam tersebut secara perlahan namun pasti mengikis garis pantai hingga rumah-rumah warga.

Warga pun mengakui, setiap tahun kondisi abrasi semakin parah dan tidak pernah benar-benar ditangani secara serius.

Gelombang laut yang tinggi, terutama saat cuaca buruk, mempercepat proses pengikisan daratan di wilayah pesisir.

Dalam beberapa hari terakhir, dampak abrasi kembali dirasakan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Sejumlah rumah warga mulai mengalami kerusakan, baik pada bagian pondasi maupun dinding bangunan.

Tidak sedikit warga yang harus memperbaiki rumah mereka secara swadaya agar tetap bisa ditempati.

Namun upaya tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan tidak mampu menahan ancaman abrasi yang terus datang.

Muhammad Umar Lewen, warga setempat, mengatakan bahwa abrasi ini sudah berlangsung lama tanpa adanya solusi konkret.

“Ini bukan kejadian baru. Sudah sejak 2024 sampai sekarang, dan setiap tahun semakin parah,” ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com melalui sambungan telepon.

Baca juga: Kuasa Hukum Reno Rehatta Soroti Pemkot Ambon Abaikan Amar Putusan PTUN

Baca juga: Jadwal KM Leuser 28 Maret - 19 April 2026: Rute Surabaya, Kumai, Semarang, Sampit

Ia menambahkan, warga kini hidup dalam kekhawatiran karena jarak antara laut dan rumah mereka semakin dekat.

"Sekarang ini jarak laut dengan rumah sudah sangat dekat. Kami setiap hari hidup dalam rasa takut kalau ombak besar datang,” pungkasnya.

Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari warga menjadi terganggu dan tidak lagi nyaman.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi abrasi sebelum dampaknya semakin meluas.

“Kami berharap pemerintah segera bertindak sebelum abrasi ini semakin parah dan merusak lebih banyak rumah warga,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.