TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster membeberkan hasil capaiannya sebagai kepala daerah yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini.
Meskipun baru berjalan satu tahun, sudah banyak capaian yang berhasil diraih oleh Gubernur Bali dua periode ini.
Selain dari turunnya angka pengangguran di Bali, Wayan Koster menyebut sudah berhasil menaikan ekonomi.
Selain itu, bersama dengan Wakil Gubernur, Nyoman Giri Prasta, Wayan Koster juga berhasil menaikkan pendapatan perkapita di Bali.
Baca juga: 8 Rekomendasi HP Android Rp3 Jutaan 2026, Tak Cuma Mid-Level, Tapi Kualitas Hardware Bisa Diadu
Hal ini disampaikan Koster dalam Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Rabu 25 Maret 2026.
Berikut capaian yang berhasil dicapai oleh Wayan Koster selama satu tahun menjabat sebagai Gubernur Bali periode kedua.
1. Indikator Makro Bali Membaik
Wayan Koster mengungkapkan bahwa indikator makro Bali menunjukkan hasil sangat baik berdasarkan data dari badan pusat statistik.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 5 Februari 2026, capaian indikator makro Bali menunjukkan hasil sangat baik,”
2. Pertumbuhan Ekonomi Meningkat 0,34 persen
Dalam data dari badan pusat statistik, pertumbuhan ekonomi meningkat sepanjang tahun ini.
“Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82 persen, meningkat dari 5,48 persen tahun sebelumnya dan lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,11 persen ," jelas Koster.
Baca juga: SENTIL Seluruh Kepala Dinas di Pemprov Bali, Gubernur Koster: Jangan Hanya Duduk di Meja Saja Dong!
3. Tingkat Kemiskinan Turun
Lebih lanjut ia juga mengatakan kemiskinan turun menjadi 3,42 persen.
Hal ini menjadi catatn yang baik mengingat capaian ini adalah terendah secara nasional.
4. Tingkat Pengangguran Turun
Koster juga menjelaskan bahwa tingkat pengangguran turun menjadi 1,45 %.
Raihan ini juga merupakan yang terendah secara nasional.
“Gini ratio membaik di angka 0,333. IPM meningkat menjadi 79,37, masuk 5 besar nasional,”
5. Usia Harapan Hidup Meningkat
Tingkat harapan hidup di Bali juga meningkat dari tahun lalu yang diungkapkan Koster meningkat menjadi 75,46 tahun.
Baca juga: TABRAKAN di Simpang Tegal Besar Klungkung, Mobil Isuzu Sampai Terguling
6. Meningkatkan Pencegahan Stunting
Selain taraf hidup yang membaik, prevalensi stunting juga menunjukan peningkatan usai berhasil berada di 7,2 %.
Catatan ini merupakan salah satu yang terendah secara nasional bahkan Bali menjadi satu-satunya provinsi yang berada di bawah threshold 10 % .
7. Pendapatkan Perkapita Meningkat
Sementara itu, pendapatan per kapita masyarakat Bali meningkat menjadi Rp72,66 juta.
Meskipun sudah mengalami peningkatan, namun Wayan Koster tak memungkiri ini masih di bawah rata-rata nasional.
8. Terbitkan 10 Perda Strategis
Selama satu tahun, Koster mengungkapkan bahwa Pemprov Bali menerbitkan 10 Peraturan Daerah (Perda) strategis (2025–2026), termasuk perlindungan pantai, pengendalian alih fungsi lahan, dan hak penyandang disabilitas.
Enam Peraturan Gubernur (Pergub) strategis, seperti program satu keluarga satu sarjana dan jaminan sosial rohaniwan. 5 Instruksi Gubernur serta 7 Surat Edaran strategis, termasuk larangan alih fungsi lahan dan pengendalian sampah plastik.
"Transformasi ekonomi difokuskan pada sektor pertanian, kelautan, industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata,” ungkap Koster.
9. Pungutan Wisatawan Meningkat
Wayan Koster menyebut bahwa Pungutan wisatawan asing (PWA) selama setahun dia menjabat mengalami peningkatan yang signifikan.
“Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,46 juta orang. Pungutan wisatawan asing (PWA) menghasilkan Rp369 miliar, meningkat dari Rp318 miliar tahun sebelumnya," paparnya.
10. Kendalikan Alih Fungsi Lahan
Di sektor pertanian dan perikanan, pemerintah mempercepat sistem pertanian organik, mengendalikan alih fungsi lahan, serta meningkatkan hilirisasi hasil perikanan.
Hal ini menjadi langkah awal yang baik bagi Bali mengingat alih fungsi lahan yang masif selama beberapa tahun kebelakang.
11. Arak Bali Tembus Pasar Internasional
Sementara di sektor industri, Arak Bali berhasil menembus pasar internasional dan tersedia di duty free Bandara Ngurah Rai.
12. Percepat Pembangunan Infrastruktur
Dibawah kepemimpinan Koster, pembangunan infrastruktur terus dipercepat, antara lain Shortcut Singaraja–Mengwitani (target selesai 2027), underpass Jimbaran, Jembatan Nusa Ceningan–Lembongan, dan Embung Unda.
Pembangunan Turyapada Tower ditargetkan selesai 2026 dan beroperasi 2027 sebagai pusat teknologi dan ekonomi baru di Bali Utara.
13. Reaktivasi Bus Trans Metro Dewata
Wayan Koster juga telah mengaktifkan kembali transportasi publik dengan total anggaran infrastruktur mencapai ratusan miliar rupiah dari APBN dan APBD.
14. Pengolahan Sampah di Bali
Pemprov Bali juga fokus pada lingkungan dan energi penutupan total TPA Suwung ditargetkan 1 Agustus 2026.
Pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kapasitas 1.200 ton/hari.
Pengembangan PLTS atap hingga 250 MW. Penggunaan kendaraan listrik meningkat, dengan Bali peringkat kedua nasional.
15. Penerapan Sistem Sipandu Beradat
Di bidang keamanan, sistem Sipandu Beradat diperkuat dengan melibatkan pecalang serta sinergi TNI–Polri.
16. Mendukung Program Pemerintah Pusat
Pemprov Bali juga mendukung program prioritas Presiden, antara lain Program 3 juta rumah (total ribuan unit dibangun lintas sumber pendanaan).
Program Makan Bergizi Gratis dengan capaian 63 % penerima manfaat. Pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem dan Tabanan.
17. Raihan Penghargaan
Selama periode ini, Bali meraih berbagai penghargaan, di antaranya Opini WTP 12 kali berturut-turut. Nilai SAKIP BB (79,9).
Reformasi Birokrasi A- (92,05). Innovative Government Award 2025. Provinsi Layak Anak 2025. Dan berbagai penghargaan nasional dan internasional lainnya. (*)