Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Libur Lebaran 2026 belum benar-benar usai. Memasuki hari kelima setelah Idulfitri, kawasan wisata pantai Anyer, Kabupaten Serang, masih dipadati wisatawan yang memanfaatkan sisa masa cuti bersama untuk berlibur bersama keluarga.
Di salah satu titik favorit, Hotel Mambruk Anyer, suasana riuh penuh keceriaan tampak begitu terasa. Ratusan pengunjung memadati area kolam renang dan bibir pantai.
Anak-anak berlarian membawa ember kecil dan pelampung warna-warni, sementara para orang tua duduk santai di tepi kolam atau di bawah payung pantai, menikmati semilir angin laut.
Baca juga: Astra Resmi Berlakukan Diskon Tarif Tol Tangerang-Merak 30 Persen pada Arus Balik per Hari Ini
Di tengah keramaian itu, ada kisah sederhana yang mencerminkan wajah liburan Lebaran tahun ini tentang pilihan, kebersamaan, dan kebahagiaan yang tak harus jauh dari rumah.
Fatur (35), seorang karyawan swasta asal Tangerang Selatan, menjadi salah satu wisatawan yang memilih Anyer sebagai destinasi liburan keluarganya.
Ia datang bersama istri dan anaknya, menginap satu malam untuk menikmati suasana pantai.
“Tahun ini enggak mudik. Istri lagi hamil, jadi kami pilih liburan yang dekat saja di Banten,” ujarnya saat ditemui di area kolam renang, Kamis (26/3/2026).
Bagi Fatur, keputusan untuk tidak mudik bukan berarti kehilangan momen Lebaran. Justru, ia menemukan cara lain untuk tetap menghadirkan kebahagiaan bagi keluarganya—terutama untuk sang anak yang sudah lama ingin bermain di pantai.
“Keinginan anak pengin main ke pantai, jadi kami ke Anyer saja. Sudah sering juga ke Mambruk,” katanya sambil tersenyum melihat anaknya bermain air.
Perjalanan menuju Anyer pun, menurut Fatur, terasa lebih lancar dibandingkan bayangannya.
Ia mengaku tidak terjebak kemacetan berarti, berbeda dengan cerita arus mudik tahun ini yang disebutnya lebih padat dari tahun sebelumnya.
“Perjalanan lancar, enggak kena macet. Kalau mudik tahun ini katanya macetnya lebih parah dari tahun lalu,” ungkapnya.
Pilihan Anyer sebagai destinasi juga bukan tanpa alasan. Selain jaraknya yang relatif dekat dari Tangerang Selatan, kawasan ini menawarkan suasana pantai yang dinilai lebih nyaman dibandingkan alternatif lain seperti Ancol di Jakarta.
“Kalau pantai, mending ke sini daripada ke Ancol. Di sini suasananya lebih enak, dan bisa sekalian mampir ke Pandeglang,” tambahnya.
Fenomena seperti yang dialami Fatur tampaknya menjadi tren pada libur Lebaran tahun ini. Tidak semua orang memilih pulang ke kampung halaman.
Sebagian justru memanfaatkan waktu libur untuk berwisata di daerah sekitar, menghindari kepadatan arus mudik sekaligus tetap menikmati momen kebersamaan keluarga.
Anyer, dengan garis pantainya yang panjang dan akses yang relatif mudah dari wilayah Jabodetabek, kembali membuktikan diri sebagai destinasi favorit.
Bahkan hingga H+5 Lebaran, geliat pariwisata di kawasan ini masih terasa hidup.
Tawa anak-anak, percakapan hangat keluarga, serta debur ombak yang tak pernah lelah menyapa pantai menjadi saksi bahwa kebahagiaan Lebaran tak selalu harus dirayakan dengan perjalanan jauh.
Bagi sebagian orang, seperti Fatur, kebahagiaan itu justru hadir dari hal-hal sederhana: waktu bersama keluarga, perjalanan tanpa macet, dan melihat anak tersenyum puas bermain di tepi laut.
Di Anyer, Lebaran belum selesai. Ia masih hidup dalam setiap gelak tawa dan jejak kaki di pasir pantai.