Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko secara terbuka mengakui adanya potensi kesalahan selama menjalankan tugas kedinasan baik sengaja ataupun tidak. Hal tersebut ia sampaikan saat kegiatan halalbihalal DPRD Klaten, Kamis (26/3/2026).
Oleh karenanya, melalui halalbihalal DPRD Klaten jadi momentum saling bermaaf-maafan untuk melebur kesalahan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, termasuk Bupati Klaten, Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Klaten, pegawai di lingkungan sekretariat DPRD hingga tokoh masyarakat tingkat kabupaten hingga desa.
Dalam suasana formal yang diwarnai nuansa kekeluargaan, Edy menyoroti pentingnya refleksi diri.
“Karena tidak dipungkiri, bahwa selama kita menjalankan tugas pasti ada hal-hal yang kurang berkenan,” ujarnya.
Ia kemudian merinci bentuk kekhilafan yang mungkin terjadi.
“Mungkin kata-kata kita (menyinggung) di saat rapat, mungkin tingkah laku kita yang kurang berkenan atau khilaf yang tidak kita sadari,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ratusan tamu undangan yang memenuhi Gedung Paripurna DPRD Klaten. Beberapa peserta terlihat mengangguk, sementara lainnya memperhatikan dengan serius.
Edy menegaskan bahwa momen halalbihalal bukan sekadar seremonial, melainkan ruang untuk saling memaafkan secara tulus.
“(Melalui ikrar halalbihalal dan doa) kita renungkan, kita resapi, bahwa kita selama ini ternyata mungkin ada hal-hal yang kurang berkenan, kita tidak sadar dan mungkin disengaja. Itu semuanya harus ikhlas dimaafkan hari ini,” ucapnya.
Setelah sambutan, acara berlanjut dengan ikrar halalbihalal yang dipimpin anggota DPRD dari Fraksi PKB Jumarno, dilanjutkan tausyiah dan doa.
Momentum paling mencolok terjadi saat seluruh peserta saling berjabat tangan. Antrean panjang terlihat rapi, dengan interaksi hangat antarpegawai, pejabat lintas instansi hingga tokoh masyarakat. (*)